SUKABUMIUPDATE.com - Nasib mengenaskan dialami oleh seorang pria lanjut usia berinisial LN (64 tahun), warga Kampung Ciranjang RT 05/01, Desa Karanggeusan, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia di area pesawahan milik warga Tasikmalaya, yang diurus oleh korban, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sukabumiupdate.com di lapangan, korban ditemukan dalam posisi terlentang di sawah yang berjarak sekitar 70 meter dari rumah duka. Saat ditemukan, kondisi korban sungguh memprihatinkan dengan sejumlah luka di bagian tubuhnya. Bahkan, kaki korban diketahui dalam keadaan terikat.
Informasi sementara menyebutkan, dugaan penyebab meninggalnya korban berkaitan dengan tindak kekerasan yang dilakukan oleh massa. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh cekcok antara korban dengan salah seorang warga setempat sebelum kejadian.
Kronologi yang diperoleh menyebutkan, korban saat itu tengah berada di sawah dekat rumah seorang warga, dan terlibat perselisihan. Tidak lama setelah cekcok tersebut, korban sempat menjauh. Namun, ia kemudian diikuti oleh sejumlah warga dan diduga mengalami pemukulan hingga dalam kondisi kritis.
Baca Juga: Pilpres 2029 Mulai Terbaca, Elektabilitas Prabowo dan Gibran Dibayangi KDM dan Anies
Istri korban, Hindun (52 tahun), mengaku mengetahui kejadian tersebut Kamis (12/2/2026), sekitar pukul 08.00 WIB saat dirinya berada di rumah ibunya yang berada dekat kantor Desa Karanggeusan, berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah duka yang tengah dalam proses perbaikan melalui program Rutilahu.
“Sekitar jam tujuh pagi ada tetangga datang ke rumah memberi tahu kalau suami saya sedang digebuki di sawah,” ujar Hindun saat ditemui Sukabumiupdate.com,di rumah duka, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan kondisi jenazah, korban mengalami lebam di bagian pipi kiri dan kanan, pelipis, mulut, serta bagian belakang kepala tepat di belakang telinga sebelah kanan. Terdapat pula pembengkakan di kepala bagian belakang, serta lecet pada bagian dada dan kedua lutut.
“Kami tidak tahu permasalahannya apa, karena terakhir bertemu itu Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB, saat ada pekerja yang memasang keramik di rumah,” tuturnya.
Baca Juga: Banyak Sampah Berserakan di Palabuhanratu, DLH Sukabumi: Butuh 500 Unit Armada Tambahan
Sementara itu, Sukabumiupdate.com telah berupaya melakukan konfirmasi ke pihak Polsek Jampangkulon terkait peristiwa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kematian korban serta pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan aksi kekerasan tersebut.





