SUKABUMIUPDATE.com - Bulan suci Ramadan menghadirkan berkah bagi banyak orang, khususnya dirasakan langsung oleh warga Pajampangan Sukabumi yang kini kebanjiran orderan buah kelapa.
Permintaan buah kelapa di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, mengalami peningkatan signifikan menjelang Ramadan 1447 H. Kondisi ini memberikan keuntungan ekonomi bagi para pemilik pohon kelapa di daerah tersebut.
Sahla (55 tahun), warga Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, mengatakan bahwa permintaan kelapa, khususnya kelapa muda, mulai meningkat dibandingkan hari biasa.
“Alhamdulillah, menjelang Ramadan ini permintaan kelapa muda meningkat. Harga jualnya juga ada kenaikan,” ujar Sahla saat ditemui Sukabumiupdate.com, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Jelang Ramadan 2026, Wabup Sukabumi Minta Lembaga Keagamaan di Cidahu Tingkatkan Layanan Umat
Menurutnya, untuk harga jual ke luar daerah, kelapa muda saat ini berkisar Rp5 ribu per butir, yang awalnya Rp4,5 ribu, sementara kelapa cungap mencapai Rp6 ribu per butir, awalnya harga Rp5 ribu. Kenaikan permintaan ini dipicu tingginya kebutuhan masyarakat akan kelapa sebagai bahan minuman segar maupun campuran makanan berbuka puasa.
Kelapa muda asal Pajampangan, dipasarkan hingga ke luar daerah seperti Bekasi dan Bogor. Proses distribusi biasanya dilakukan melalui pengepul yang membeli kelapa dari warga, kemudian menjualnya kembali ke luar kota.
“Kebanyakan kami beli dari warga harga tergantung jarak, karena kami yang memetik sendiri, rata - rata dari petani atau warga Rp2 ribu per butir, nanti kami yang kirim ke Bekasi dan Bogor,” jelasnya.
Baca Juga: Kabupaten Sukabumi Terima Hibah Aset Rp780 Juta dari KPK RI
Dalam satu kali pengiriman, jumlah kelapa yang dikirim cukup besar. Bahkan dalam satu minggu, pengiriman bisa mencapai 4.000 hingga 5.000 butir kelapa.
“Pengiriman biasanya seminggu sekali. Kadang sebelum satu minggu juga kalau stok sudah mencukupi langsung kami kirim,” tambah Sahla.
Meningkatnya permintaan ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga akhir Ramadan sehingga mampu mendongkrak pendapatan warga, khususnya para petani dan pemilik pohon kelapa di wilayah Pajampangan.




