Jalan Rusak Parah, Seorang Ibu di Waluran Terpaksa Ditandu ke Puskesmas Usai Melahirkan

Sukabumiupdate.com
Minggu 04 Jan 2026, 22:26 WIB
Jalan Rusak Parah, Seorang Ibu di Waluran Terpaksa Ditandu ke Puskesmas Usai Melahirkan

Ibu pasca melahirkan terpaksa ditandu ke Puskesmas karena kondisi jalan yang tidak dapat dilalui Ambulans di Desa Mangunjaya, Kecamatan Waluran, kabupaten Sukabumi. Kamis (1/1/2026). (Sumber: Video tangkapan layar warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Baru-baru ini, kembali beredar sebuah video yang memperlihatkan warga sedang menandu seorang ibu pasca melahirkan menggunakan alat seadanya melintasi jalanan licin, terjal dan berbatu menuju fasilitas kesehatan setempat.

Video itu diunggah oleh akun tiktok milik Pemerintah Desa (Pemdes) Mangunjaya, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (1/1/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan keterangan warga yang terpaksa menandu seorang ibu karena kondisi jalan yang rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan.

“Kondisi jalan pedesaan ketika membawa pasien sakit atau lahiran membuat mobil ambulans desa tidak bisa melewatinya dikarenakan medan jalan yang rusak, pemdes Mangunjaya berharap adanya bantuan untuk pembangunan jalan desa mengingat anggaran untuk pembangunan tidak ada di tahun 2026,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: 5 Pelajar, Pelaku Pembacokan di Parungkuda Sukabumi Terancam Pasal Berlapis

Membenarkan hal tersebut, Bidan Desa Mangunjaya mengatakan bahwa yang ditandu adalah seorang ibu bernama Anis (38 tahun) warga Kampung Cijawa, Desa Mangunjaya. Pasien harus dilarikan ke Puskesmas usai melahirkan di rumahnya, namun plasenta tak kunjung keluar.

“Persalinan terjadi di rumah, namun setelah bayi lahir, plasenta belum keluar sehingga harus segera dirujuk ke Puskesmas Waluran,” ujar Nopi kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (4/1/2026).

Akibat kondisi jalan dari Kampung Cijawa menuju Puskesmas yang terjal dan licin, terutama saat hujan, kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Akibatnya, pasien terpaksa ditandu oleh warga setempat bersama Kepala Dusun Dubi.

“Pasien ditandu hingga ke jalan yang aman di Kampung Susukan Cagak, kemudian dibawa menggunakan ambulans Pemdes Mangunjaya ke Puskesmas Waluran. Jarak dari rumah hingga ke mobil ambulans kurang lebih dua kilometer,” jelasnya.

Nopi menambahkan, proses evakuasi berjalan lancar dan pasien mendapatkan penanganan medis dengan baik. Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki dan merupakan anak ketiga.

“Alhamdulillah ibu dan bayinya dalam kondisi sehat dan selamat. Saat ini sudah kembali ke rumah, dan tadi juga sempat kami lakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan,” katanya.

Baca Juga: Nyaris Tenggelam, 8 Wisatawan Pantai Kebon Kalapa Cisolok Terseret Ombak Saat Main Bola

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Mangunjaya, Dedi Suryadi membenarkan bahwa jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, terlebih dalam kondisi jalanan yang licin usai diguyur hujan.

“Memang di jalan desa tersebut terdapat tanjakan yang cukup terjal dan saat ini kondisinya rusak. Kalau hujan, jalan menjadi licin dan kami khawatir kendaraan tidak kuat menanjak, sehingga diputuskan untuk ditandu demi keselamatan pasien,” ungkap Dedi.

Di sisi lain, terkait rencana perbaikan jalan, Pemdes Mangunjaya menyebut bahwa anggaran perbaikan sebelumnya dialokasikan untuk perbaikan dua jembatan penghubung yang putus akibat bencana sehingga perbaikan jalan untuk sementara waktu tidak dilakukan.

"Jalan itu pun bisa dilintasi jika cuaca cerah dan kondisi jalan tidak licin. Kami mengakui bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak demi kelancaran akses pelayanan kesehatan masyarakat, akan tetapi semua itu terkendala anggaran, bahkan Pemdes dan warga sering melakukan perbaikan dengan cara swadaya," ucapnya.

"Kami pun bersama bidan desa sudah sering melakukan sosialisasi kepada warga, agar proses kelahiran dibawa ke puskesmas," tutupnya.

Berita Terkait
Berita Terkini