SUKABUMIUPDATE.com – Seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian besi dan tembaga di sebuah pabrik kosong di Desa sekaligus Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, babak belur setelah kepergok warga, Senin (2/2/2026) pagi.
Aksi pencurian tersebut berujung ricuh setelah terduga pelaku menjadi sasaran amukan massa. Beruntung, aparat keamanan segera mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Warungkiara.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung menyita perhatian warga, terutama masyarakat yang tengah beraktivitas di sekitar pangkalan ojek Bantargadung yang saat itu dalam kondisi ramai.
Imran (26), warga Bantargadung, mengungkapkan bahwa terduga pelaku mencuri tembaga, kabel, serta besi dari pabrik Olimpic yang sudah lama tidak beroperasi. Kondisi bangunan yang kosong dan minim pengawasan dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Baca Juga: DPRD Ungkap Pemprov Jabar Hentikan Bantuan untuk Sekolah Swasta Tahun 2026
“Pelaku itu ngambil tembaga sama kabel, beserta besi di pabrik Olimpic yang sudah kosong di Bantargadung. Kejadiannya pagi tadi sekitar jam 8, tapi ketahuan warga, terus langsung diamuk massa,” ujar Imran, Senin (2/2/2026).
Menurut Imran, pabrik tersebut memang telah lama tidak digunakan dan hanya memiliki penjagaan terbatas. Petugas keamanan disebut hanya berjaga pada malam hari, sementara pada siang hari area pabrik relatif tanpa pengawasan.
“Satpam memang ada, tapi jaganya cuma malam. Kalau siang mah kosong, pabriknya juga sudah lama tidak dipakai,” ungkapnya.
Aksi pencurian yang dilakukan secara terang-terangan pada siang hari itu memancing emosi warga. Terduga pelaku yang disebut masih berusia muda tak luput dari amukan massa dan mengalami luka di bagian wajah.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Warga Sirnamekar Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cikaso Sukabumi
“Wajahnya lebam, jelas bekas diamuk massa. Untung cepat diamankan aparat TNI. Kalau tidak, tidak tahu bagaimana nasibnya,” kata dia.
Lebih lanjut, Imran menyebut bahwa kasus pencurian logam seperti tembaga kerap terjadi belakangan ini. Tingginya harga tembaga di pasaran diduga menjadi salah satu faktor pendorong pelaku nekat melakukan pencurian, bahkan di siang hari.
“Pelakunya berani siang bolong, mungkin karena harga tembaga lagi mahal,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Warungkiara, Polres Sukabumi, AKP Panji Setiaji turut membenarkan hal tersebut dan mengatakan bahwa kasus tersebut saat ini telah dilimpahkan ke Polres Sukabumi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Terduga pelaku, barang bukti dan saksi langsung dibawa ke Polres Sukabumi untuk ditindaklanjuti,” ucapnya singkat.





