KDM Jelaskan Sebab Warga Babakan Cisarua Korban Banjir Simpenan Tak Dapat Rp10 Juta

Sukabumiupdate.com
Jumat 09 Jan 2026, 14:37 WIB
KDM Jelaskan Sebab Warga Babakan Cisarua Korban Banjir Simpenan Tak Dapat Rp10 Juta

Tangkapan layar video KDM saat menanggapi korban bencana banjir di Babakan Cisarua, Simpenan, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Menanggapi keluhan penyintas bencana banjir bandang di Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi jelaskan duduk perkara tidak adanya penyaluran bantuan Rp 10 juta untuk warga Babakan Cisarua.

Melalui akun media sosial pribadinya, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menjelaskan bahwa sejumlah warga Babakan Cidadap tidak mendapatkan bantuan Rp 10 juta karena tidak terdaftar sebagai penerima bantuan yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jabar.

“Rumah-rumah yang belum diberi kompensasi itu (warga Babakan Cisarua), saya sudah cek data, bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi usulan terhadap 500 rumah yang terdampak bencana tahun 2024 bulan Desember itu diusulkannya ke BNPB, bukan diusulkan ke Provinsi,” ujar KDM dikutip dari laman media sosialnya pada Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Polisi Sisir Sungai Cari Kepala Korban, Misteri Mayat di Kawasan Curug Darismin Ciracap

Kendati demikian, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi untuk segera mendata dan mengajukan warga penyintas bencana di Kampung Babakan Cisarua untuk segera diajukan ke Pemprov agar terdaftar sebagai penerima bantuan Rp 10 juta.

“Tetapi hari ini saya akan meminta Bupati Kabupaten Sukabumi untuk mengajukan usulan ke Provinsi. Jadi di Jawa Barat ini kalau berbagai hal, pasti larinya ke Gubernur ya. Kita akan segera selesaikan masalah itu dan saya minta Bupati Kabupaten Sukabumi untuk mengajukan usulan ke Provinsi Jawa Barat agar kita ada tindak lanjut terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor Desember 2024,” jelasnya.

Di sisi lain, kata KDM, bencana yang terjadi di Sukabumi dipicu oleh sejumlah faktor, yakni banyaknya aktivitas pertambangan legal dan ilegal, alih fungsi lahan secara masif, serta berkurangnya kawasan hijau dan hutan. Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kebun sawit terluas di Jawa Barat berada di Kabupaten Sukabumi.

“Di sana banyak sekali titik penambangan, baik legal maupun ilegal. Yang kedua, banyak sekali alih fungsi lahan. Yang ketiga, semakin menyusutnya areal hijau dan areal hutan, yang di dalamnya juga berdasarkan data yang kita miliki, kebun sawit terbesar di Jawa Barat itu ada di Kabupaten Sukabumi. Jalan-jalannya hancur, mobil-mobilnya setiap hari lalu-lalang dengan tonase yang sangat tinggi. Jadi, problem akan terus terjadi,” paparnya.

Baca Juga: Diapit Tebing Curam Tengah Hutan, Mayat Tanpa Kepala di Ciracap Ditemukan 500 Meter dari Jalan

Terakhir, KDM menitipkan pesan bagi seluruh warga Sukabumi jika tidak ingin dilanda bencana maka perbanyak merawat alam dengan menanam pohon dan bukan sebaliknya.

“Hatur nuhun, terima kasih atas ketidaknyamanan pelayanannya. Salam untuk semuanya. Jaga alam, jaga lingkungan. Kalau tidak ingin banjir, tanam pohon, bukan tanam keributan,” pungkas KDM.

Berita Terkait
Berita Terkini