Pria Cianjur yang Lemas di Hutan Gunung Salak Ternyata Sudah 4 Tahun Hilang

Sukabumiupdate.com
Selasa 26 Mei 2026, 18:35 WIB
Pria Cianjur yang Lemas di Hutan Gunung Salak Ternyata Sudah 4 Tahun Hilang

Pria paruh baya asal Cianjur yang ditemukan lemas di hutan kaki Gunung Salak, Cicurug, Sukabumi, saat hendak dievakuasi warga. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Fakta mengejutkan terungkap di balik kasus penemuan seorang pria paruh baya yang dievakuasi dalam kondisi lemas di hutan kaki Gunung Salak, Blok Cipari Girang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Setelah identitasnya berhasil diungkap oleh pihak berwenang, pria bernama Ayi Solehudin (49) tersebut akhirnya resmi dijemput oleh pihak keluarga bersama Pemerintah Desa Sukajadi, Cianjur, pada Senin (25/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Di balik proses evakuasi dramatis yang sempat menghebohkan warga, keluarga mengungkapkan bahwa Ayi ternyata telah dilaporkan hilang sejak sekitar empat tahun lalu.

Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cicurug, Anton Ardiansyah, menjelaskan bahwa awalnya pihak kecamatan menerima laporan dari Pemdes Cisaat pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB terkait penemuan seorang pria linglung tanpa mengantongi kartu identitas.

Baca Juga: Pria Paruh Baya Asal Cianjur Ditemukan Lemas di Kaki Gunung Salak Sukabumi

Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, pihak kecamatan langsung berinisiatif melakukan pelacakan identitas menggunakan teknologi perekaman KTP elektronik (KTP-el) melalui pemindaian sidik jari, bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

“Dari hasil otentikasi data biometrik tersebut, pria itu diketahui bernama Ayi Solehudin (49), seorang warga asal Kampung Subela RT 03/05, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur,” ungkap Anton kepada sukabumiupdate.com, Selasa (26/5/2026).

Setelah identitas korban diketahui, pihak Kecamatan Cicurug langsung berkoordinasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sukabumi dan Cianjur untuk melacak keberadaan keluarganya. Tak lama kemudian, keluarga Ayi berhasil dihubungi dan langsung berangkat menuju Sukabumi malam itu juga.

“Alhamdulillah respon cepat dari tim Cianjur sampai menghubungi pihak desa setempat di Sukajadi, Campaka. Setelah tersambung dengan pihak keluarga, mereka langsung menjemput ke Cicurug dan tiba sekitar pukul 23.00 WIB," tambah Anton.

Baca Juga: Tips Menulis ala Wulanfadi: Cara Keluar dari Writer’s Block dan Hindari Cerita Klise

Saat pertama tiba di Kantor Kecamatan Cicurug, kondisi Ayi diketahui sangat lemas diduga akibat kelaparan dan dehidrasi setelah berada di kawasan hutan. Meski demikian, petugas memastikan tidak ditemukan luka fisik serius pada tubuh korban.

“Kelihatannya sangat lemas, kemungkinan kelaparan. Tapi setelah di sini kami kasih makan dan istirahat, alhamdulillah kondisinya membaik,” jelas Anton.

Ayi Solehudin saat dijemput pihak keluarga di Kantor Kecamatan Cicurug. | Foto: IstimewaAyi Solehudin saat dijemput pihak keluarga di Kantor Kecamatan Cicurug. | Foto: Istimewa

Suasana haru pun terjadi saat pihak keluarga tiba di lokasi penjemputan. Kepada petugas, keluarga mengaku bersyukur karena Ayi yang selama ini dicari akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

“Pihak keluarga mengucapkan terima kasih karena dia diindikasikan sudah empat tahun menghilang. Sudah dicari ke mana-mana,” kata Anton.

Pihak kecamatan mengakui tidak sempat mengulik lebih dalam mengenai bagaimana kronologi dan alasan mengapa warga Cianjur tersebut bisa berjalan sangat jauh hingga menembus hutan lebat di kaki Gunung Salak Sukabumi. Sebab, lanjut Anton, kondisi korban saat itu masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara jelas.

“Dia ditemukan di pinggir aliran sungai, memang di tengah hutan,” ujarnya.

Baca Juga: H-1 Idul Adha, Stasiun Sukabumi Diserbu Lebih dari 9 Ribu Penumpang

Anton menambahkan, melihat kondisi psikis korban yang masih belum stabil, pihaknya menduga Ayi memiliki riwayat gangguan mental. Karena itu, keluarga diminta memberikan pendampingan dan pengawasan lebih lanjut setelah korban kembali ke rumah.

Sebelumnya diberitakan, Ayi Solehudin ditemukan warga dalam kondisi lemas dan menggigil di kawasan kaki Gunung Salak. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena tim SAR gabungan dan relawan harus menerobos vegetasi lebat serta merakit tandu darurat dari batang pohon untuk membawa korban keluar dari area hutan menuju permukiman warga.

Berita Terkait
Berita Terkini