Diolah Tradisional, Kopra Tegalbuleud Sukabumi Pasok Pabrik Minyak di Pangandaran

Sukabumiupdate.com
Rabu 07 Jan 2026, 23:14 WIB
Diolah Tradisional, Kopra Tegalbuleud Sukabumi Pasok Pabrik Minyak di Pangandaran

Kopra kelapa produk Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Kopra kelapa asal Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan eksistensinya sebagai bahan baku minyak kelapa yang dipasok ke pabrik minyak di Pangandaran, Jawa Barat. Usaha pengolahan kopra ini dikelola oleh Supirman, warga Kampung Anyar, yang telah menekuni usaha tersebut selama kurang lebih 16 tahun.

Supirman menjelaskan, pengolahan kopra yang ia kelola masih menggunakan teknik tradisional yang dikenal dengan istilah digarang (dipanggang). Teknik ini merupakan proses pemanasan tidak langsung menggunakan kayu bakar atau bara api untuk mengeringkan kelapa hingga mencapai kualitas optimal.

“Untuk pengeringan kami menggunakan teknik pemanasan dengan digarang. Pertama buah kelapa tua dikupas dan dibelah dua, lalu digarang. Proses awal ini bisa memakan waktu sekitar satu hari,” ujar Supirman saat ditemui sukabumiupdate.com di lokasi pengolahan, Rabu (7/1/2025).

Setelah proses awal selesai, daging kelapa dipisahkan dari batoknya, kemudian kembali digarang hingga benar-benar kering. Ciri kopra yang sudah siap jual ditandai dengan tekstur yang renyah serta perubahan warna menjadi putih kebiruan.

Baca Juga: Bertani Organik, Hasil Panen Padi Kebuli Petani Cicurug Sukabumi Naik Dua Kali Lipat

“Kalau warnanya sudah berubah dan terasa renyah, berarti kopra sudah kering dan siap dikemas,” jelasnya.

Kopra yang telah dikemas kemudian dijual ke pabrik minyak di Pangandaran. Pengiriman dilakukan secara bertahap, tergantung jumlah produksi. “Pengiriman tidak tentu. Biasanya kalau sudah terkumpul puluhan ton, baru kami kirim,” katanya.

Saat ini, harga kopra di tingkat pengelola berada di kisaran Rp15.500 per kilogram. Bahan baku kelapa tidak hanya berasal dari wilayah Pajampangan, Sukabumi Selatan, tetapi juga didatangkan dari daerah lain seperti Cianjur.

Selain mengolah sendiri, Supirman juga menjadi penampung kopra dari warga sekitar yang memproduksi dalam skala kecil. “Banyak warga di sini yang membuat kopra secara mandiri. Hasilnya kami beli, jadi usaha ini juga membantu perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini