Pria Curi 2 Dus Kopi Diringkus Warga Sukabumi, Pelaku Mengaku Beli Seragam GRIB Jaya

Sukabumiupdate.com
Jumat 02 Jan 2026, 22:25 WIB
Pria Curi 2 Dus Kopi Diringkus Warga Sukabumi, Pelaku Mengaku Beli Seragam GRIB Jaya

DR pelaku pencurian 2 dus kopi di Sukabumi minta maaf pada Ormas GRIB Jaya (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Pria terduga pelaku pencurian yang viral usai ditangkap warga Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, membuat video klarifikasi di Polsek Cibadak. Pelaku mengaku bukan anggota GRIB Jaya, dan seragam hitam yang dipakai saat mencuri dua dus kopi warung pada Jumat (2/1/2025) didapat dari membeli.

Kapolsek Cibadak, Kompol Idji Djubaedi, menjelaskan bahwa jajarannya menerima penyerahan seorang terduga pelaku pencurian dari warga sekitar pukul 18.00 WIB. Penyerahan dilakukan di Mako Polsek Cibadak, Polres Sukabumi.

Menurut Djubaedi, terduga pelaku adalah pria berinisial DR (30 tahun), warga Cijangkar RT 02/02, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. DR diduga melakukan pencurian dua dus kopi merek Luwak White Coffee di sebuah warung di Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Kritik Bernada Umpatan, Warga Bantarsari Sukabumi Namai Jalan Rusak Jadi ‘Tanjakan Bagong’

“Kronologis singkatnya, korban berinisial U melihat langsung terduga pelaku mengambil dua dus kopi dari dalam warung miliknya,” ujar Idji.

Peristiwa tersebut terjadi saat waktu salat Jumat berjamaah. Meski demikian, korban saat itu berada di dalam warung, dan memergoki terduga pelaku mengambil barang dagangannya. Setelah mengambil kopi, pelaku keluar warung dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

“Korban kemudian berteriak maling dan mengejar pelaku. Hingga akhirnya terduga pelaku tertangkap warga,” katanya.

Baca Juga: Penerbitan NIB Kabupaten Sukabumi 2025 Turun 61,88%, Integrasi RDTR Jadi Salah Satu Faktor

Dalam peristiwa tersebut, kata Idji, terduga pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa. Saat diamankan warga, terduga pelaku diketahui mengenakan baju ormas GRIB Jaya, dan momen tersebut direkam hingga videonya beredar luas di media sosial.

Sementara itu, rekan terduga pelaku yang berinisial A melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor..

Setelah diamankan warga, DR dibawa ke Kantor Desa Sukadamai sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Cibadak bersama barang bukti berupa dua dus kopi Luwak White Coffee. "Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp480 ribu," tuturnya.

Baca Juga: Kemnaker Laporkan Dugaan Manipulasi Data Program Magang Nasional di Sukabumi

Menanggapi viralnya video penangkapan yang menampilkan atribut ormas, pihak kepolisian kemudian memfasilitasi pembuatan video klarifikasi, didampingi sejumlah pengurus ormas GRIB Jaya Sukabumi. Dalam video tersebut, terduga pelaku menyatakan bahwa dirinya bukan anggota GRIB Jaya dan menyampaikan permintaan maaf karena telah menggunakan atribut ormas saat melakukan pencurian.

“Pelaku mengaku membeli seragam GRIB Jaya. Perkara kasus dugaan pencurian ditangani Unit Reskrim Polsek Cibadak,” pungkas Kompol Idji Djubaedi.

Amuk Massa dan Klarifikasi GRIB Jaya

Video rekaman penangkapan oleh warga viral karena pelaku mengenakan seragam GRIB Jaya. Sekretaris GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi, Endan Sukmawan, memberikan klarifikasi atas video viral tersebut.

Baca Juga: Perkebunan Sawit Eksisting di Sukabumi hingga Bogor Akan Dievaluasi Pemprov Jabar

Ia menegaskan bahwa terduga pelaku bukan anggota GRIB. “Kami dari keluarga besar GRIB Kabupaten Sukabumi merasa sangat kecewa. Setelah diklarifikasi, pelaku itu bukan anggota GRIB,” tegas Endan.

Ia menyebut, pihaknya telah melakukan pengecekan internal, termasuk berkoordinasi dengan pengurus GRIB di wilayah Kota Sukabumi, setelah muncul informasi bahwa terduga pelaku berasal dari Cijangkar.

“Kami sudah klarifikasi ke rekan-rekan, termasuk ke Kota Sukabumi. Dari GRIB Cijangkar juga menyatakan itu bukan anggota,” katanya.

Baca Juga: Sukabumi dan Garis Krisis Sampah Jawa Barat, Walhi Kritik Kebijakan yang Setengah Hati

Menurut Endan, terduga pelaku menggunakan atribut GRIB saat kejadian, namun tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA). “Kalau anggota itu harus ber-KTA. Yang bersangkutan sama sekali tidak memiliki KTA. Dengan tegas kami nyatakan, pelaku ini bukan anggota GRIB,” pungkasnya.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini