Tarawih Perdana Muhammadiyah di Masjid Al-Umm Sukabumi Berlangsung Khidmat

Sukabumiupdate.com
Selasa 17 Feb 2026, 21:29 WIB
Tarawih Perdana Muhammadiyah di Masjid Al-Umm Sukabumi Berlangsung Khidmat

Suasana jemaah yang melaksanakan shalat tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Umm, Selasa (17/2/2026) malam. (Sumber : SU/Turangga Anom).

SUKABUMIUPDATE.com - Umat Muhammadiyah di Kota Sukabumi mulai melaksanakan shalat tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Umm, Selasa (17/2/2026) malam. Ibadah malam pertama itu berlangsung khidmat dengan diikuti dosen, keluarga besar kampus, hingga warga sekitar.

Salat tarawih perdana ini digelar berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026. Jemaah tampak memadati saf-saf masjid sejak sebelum waktu Isya.

Wakil Rektor I Bidang Keislaman Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Asep Muhammad Ramdhan, mengatakan pelaksanaan tarawih malam ini merupakan tindak lanjut dari keputusan pimpinan pusat.

“Kebetulan hari ini kita melaksanakan terawih perdana sesuai dengan maklumat dari pimpinan pusat Muhammadiyah jadi pimpinan pusat jauh-jauh hari telah menetapkan bahwa satu Ramadan itu bertepatan dengan tanggal 18 Februari jadi insyaallah besok kita sudah mulai melaksanakan Ramadan pertama,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Selasa malam (17/2/2026).

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Ia bersyukur pelaksanaan tarawih berjamaah dapat kembali digelar dengan partisipasi yang cukup tinggi. “Sekarang Alhamdulillah kita juga bisa melaksanakan shalat tarawih berjamaah,” katanya.

Menurutnya, jemaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan. “Yang pertama saya lihat ada beberapa dosen kemudian ada warga sekitar dan juga ada teman-teman dari BPJS yang bekerja di gang koperasi, jadi umumnya dosen dan keluarga UMMI kemudian masyarakat setempat yang ikut dan dari karyawan lainnya,” ungkap Asep.

Antusiasme jemaah pada malam pertama Ramadan tahun ini dinilai meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Keliatannya hari ini sangat antusias, ini dari tahun-tahun sebelumnya mungkin hari ini agak lebih banyak dari tahun sebelumnya, karena dari pimpinan universitas juga memberikan imbauan untuk melaksanakan shalat minimal yang perdana dan juga kita memfasilitasi warga setempat yang ingin melaksanakan shalat terawih berbarengan dengan kita Muhammadiyah,” jelasnya.

Baca Juga: Perayaan Imlek di Vihara Loji Sukabumi Sepi, Kunjungan Umat Alami Penurunan

Terkait keikutsertaan mahasiswa, Asep menyebut sebagian besar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi memiliki latar belakang keluarga yang beragam. “Kita kan imbauan mengikuti maklumat pemimpin pusat insyaallah sebagian besar karena background mahasiswa kita juga sebagian besar bukan dari keluarga besar ikatan jadi keluarga umum. Tetapi yang ikut puasa besok insyaallah banyak,” tuturnya.

Menanggapi perbedaan penentuan awal Ramadan antara Muhammadiyah dan organisasi Islam lainnya, Asep menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. “Itu biasalah ada perbedaan kan cuma cara menentukan, saya pikir gak masalah ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan organisasi yang lain itu hal yang wajar saja,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perbedaan metode tidak seharusnya menjadi persoalan di tengah umat. “Karena mungkin pendekatan yang digunakan berbeda ya, Muhammadiyah menggunakan A, organisasi lain menggunakan B, saya pikir gak masalah, yang penting kita sama-sama muslim semua sama,” ujarnya.

Baca Juga: Tabrakan Pick Up vs Motor di Tikungan Cigadog Sagaranten, Bocah 6 Tahun MD di TKP

Di akhir keterangannya, Asep menyampaikan pesan kepada umat Islam di Kota Sukabumi agar menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ibadah dan kebersamaan. “Saya berpesan kepada seluruh warga muslim khususnya yang ada di Kota Sukabumi semoga dalam pelaksanaan ibadah terawih di malam pertama ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan ibadah kita sampai akhir nanti diterima Allah SWT,” ucapnya.

Selain di Masjid Al-Umm, pelaksanaan tarawih perdana juga digelar di sejumlah kantong perserikatan Muhammadiyah lainnya. “Kalau tempat lain yang pertama di kanttong-kantong perserikatan Muhammadiyah kayak di Kadudampit, itu banyak karena memang yang paling banyak disana. Kemudian di pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi itu banyak dan di sekitar, kalau di lingkungan lain saya kurang paham,” pungkasnya.

Malam pertama Ramadan di lingkungan Muhammadiyah Sukabumi pun menjadi penanda dimulainya ibadah puasa dengan suasana yang penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan.

 

Berita Terkait
Berita Terkini