SUKABUMIUPDATE.com - Akses Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten yang sempat terganggu akibat pergerakan tanah kini kembali dapat dilalui kendaraan. Penanganan darurat yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat telah rampung dan memungkinkan arus lalu lintas kembali normal, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Koordinator Perbaikan Jalan Provinsi Sukabumi-Sagaranten, Asep, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan langkah cepat dengan perbaikan sementara di titik jalan yang terdampak. Dalam proses tersebut, petugas memasang beronjong sebagai penahan tanah, dilengkapi susunan batu, serta lapisan batu split berukuran kecil di bagian atas jalan untuk memperkuat struktur sementara.
Asep menyebutkan bahwa penanganan darurat ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang melintas, khususnya pengguna jalan yang bergantung pada jalur penghubung Sukabumi-Sagaranten. “Kami lakukan penanganan dan perbaikan darurat, dengan memasang beronjong, batu, dan di atasnya ditambahkan batu split kecil,” ujarnya saat diwawancarai Sukabumiupdate.com, Jumat (2/12/2025).
Baca Juga: Pergerakan Tanah Rusak Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten, Lalu Lintas Buka Tutup
Ia menambahkan, perbaikan sementara tersebut telah diselesaikan pada Kamis (1/1/2025) dan sejak hari itu jalan sudah bisa dilalui kembali. Dengan dibukanya akses ini, aktivitas warga dan distribusi barang yang sempat terganggu diharapkan kembali berjalan lancar.
Sebelumnya, jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten mengalami kerusakan parah akibat diterjang pergerakan tanah. Ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut terjadi tepatnya di Kampung Buni Ayu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu malam 28 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.
Pergerakan tanah di ruas Jalan Provinsi Sukabumi-Sagaranten menyebabkan badan jalan mengalami kerusakan cukup serius. Kondisi tersebut sempat memaksa petugas memberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan, mengingat sebagian struktur jalan mengalami penurunan dan rawan longsor.
Baca Juga: KUHP Baru Mulai Berlaku Hari Ini, Hubungan Seks di Luar Nikah Bisa Dipenjara
Peristiwa pergerakan tanah itu menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di selatan Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah bersama Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat pun bergerak cepat melakukan penanganan darurat sambil menyiapkan langkah lanjutan untuk perbaikan permanen.





