Siswa MIS Al-Fajri Ciracap Sukabumi Belum Terlayani MBG, Guru: Anak-Anak Terus Bertanya

Sukabumiupdate.com
Jumat 29 Agu 2025, 20:12 WIB
Siswa MIS Al-Fajri Ciracap Sukabumi Belum Terlayani MBG, Guru: Anak-Anak Terus Bertanya

MIS Al-Fajri berlokasi di Kampung Kalapasatangkal, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah sejak Januari 2025, hingga kini belum dirasakan oleh siswa MIS Al-Fajri Kampung Kalapasatangkal, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Padahal, tiga dapur penyedia MBG telah berdiri di Kecamatan Ciracap. Namun, sebanyak 65 siswa MIS Al-Fajri masih menanti giliran penyaluran.

Andi Ruli, salah satu pengajar di MIS Al-Fajri, mengungkapkan bahwa para siswa kerap bertanya kapan program MBG bisa dirasakan di sekolah mereka.

“Sejak launching Januari lalu, sampai sekarang belum kebagian. Pernah ada pihak dapur dari Ciracap dan Surade yang menghubungi, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujar Andi kepada sukabumiupdate.com, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Peran ISDP Dibalik Penanganan Stunting, DPMD Sukabumi Apresiasi Ikatan Sarjana Desa Purwasari

Menurutnya, dapur MBG di Ciracap sempat meminta data siswa, namun belum ada Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani. Bahkan, ketika pihak sekolah kembali mengonfirmasi, jawaban yang diterima cukup mengecewakan.

“Katanya kuota sudah penuh. Sementara dapur di Surade terkendala jarak. Adapun dapur di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, sampai saat ini belum ada komunikasi sama sekali,” jelasnya.

Sekolah MIS Al-Fajri sendiri berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat pemerintahan Kecamatan Ciracap, dimana baru saja launching dapur MBG di Desa Ciracap. Kondisi ini membuat para guru berharap pemerintah segera turun tangan agar siswa-siswa mereka juga dapat merasakan manfaat program MBG.

“Anak-anak sudah sering bertanya kapan makan bergizi gratis itu dibagikan. Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan, karena mereka juga punya hak yang sama seperti sekolah lain,” tambah Andi.

Berita Terkait
Berita Terkini