Peran ISDP Dibalik Penanganan Stunting, DPMD Sukabumi Apresiasi Ikatan Sarjana Desa Purwasari

Sukabumiupdate.com
Jumat 29 Agu 2025, 19:41 WIB
Peran ISDP Dibalik Penanganan Stunting, DPMD Sukabumi Apresiasi Ikatan Sarjana Desa Purwasari

Kegiatan verifikasi lapangan lomba Desa Berkinerja Baik (DBB) pelaksanaan konvergensi pencegahan dan penurunan stunting tahun 2025 di Stunting Education Centre (SEC) Desa Purwasari, Kamis (28/8/2025) | Foto : Dokpim

SUKABUMIUPDATE.com - Ikatan Sarjana Desa Purwasari (ISDP) Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi. Organisasi ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan penyelesaian persoalan di desa, termasuk dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Gun Gun Gunardi, menyatakan ISDP hadir sebagai bagian penting dari inovasi di Desa Purwasari. Menurutnya, ISDP tidak hanya menjadi forum sarjana desa, tetapi juga mitra strategis pemerintah desa dalam menghadirkan gagasan konstruktif.

“ISDP memberikan masukan konstruktif bagi kepala desa, terutama dalam mengurai masalah dan membantu menemukan solusi bagi permasalahan desa,” kata Gun Gun kepada sukabumiupdate.com, Jumat (29/08/2025).

Ia menambahkan, keberadaan ISDP sejalan dengan konsep pentahelix yang kerap dijelaskan Kepala Desa Purwasari, di mana kolaborasi antar unsur masyarakat, akademisi, pemerintah, dunia usaha, hingga media menjadi kunci pembangunan desa.

“Dalam konteks pentahelix, saya melihat ISDP sebagai salah satu unsur agent of change dalam rangka mendorong percepatan program kepala desa,” jelas Gun Gun.

Baca Juga: Teriakan “Pembunuh” Menggema dalam Aksi Solidaritas Ojol Sukabumi untuk Affan

Di Desa Purwasari terdapat 52 orang bergelar sarjana. Ikatan Sarjana Desa Purwasari (ISDP) resmi dibentuk pada Minggu, 1 Oktober 2023. Organisasi ini dipelopori Kepala Desa Purwasari, Agus Setia Gunawan, setelah adanya usulan dari masyarakat yang menginginkan wadah bagi para sarjana untuk bersama-sama mendorong kemajuan desa.

Agus menegaskan bahwa selain ISDP, banyak pula masukan dan ide dari elemen masyarakat lain yang bertujuan mulia membangun desa. “Kami terbuka dengan semua gagasan, karena pada dasarnya pembangunan desa akan lebih berhasil bila dikerjakan bersama,” kata Agus yang menjabat ketua di ISDP.

Menurut Agus, ISDP diharapkan bisa menjadi ruang aktualisasi ilmu yang diperoleh para alumni perguruan tinggi agar bermanfaat untuk masyarakat. “Ilmu semakin diamalkan akan semakin bermanfaat. Semoga ISDP tetap konsisten mengambil peran dan bisa memanfaatkan ilmu dari kampusnya untuk kemajuan Purwasari,” tuturnya.

Meski tidak terlihat menonjol seperti organisasi lainnya di Purwasari, keberadaan ISDP disebut memberi banyak dampak positif.

Andika, alumni Universitas Pakuan Bogor, menuturkan manfaat organisasi ini telah dirasakan masyarakat. “Memang ISDP tidak tampak seperti organisasi lain, namun dampak dan manfaatnya sangat terasa,” ucapnya.

Baca Juga: Tuntut Pecat Kapolri, Demo Ojol Sukabumi Memanas Gegara Hoody Pink Kena Piting

Hal senada disampaikan Herdi, alumni UIN Bandung. Ia menyebut, banyak ide hasil diskusi ISDP yang kemudian diterapkan pemerintah desa.

“Di antaranya konsep desa wisata, penanggulangan narkoba, serta kegiatan yang berhubungan dengan kamtibmas seperti patroli malam dan pencegahan geng motor. Seingat saya sudah puluhan piagam penghargaan didapatkan Purwasari sebagai apresiasi atas hal-hal positif tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Desa Purwasari juga mendapat pujian dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Ade Afriandi. Ia mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ade juga memuji pendekatan layanan SEC di Desa Purwasari yang jauh lebih inovatif dibanding posyandu konvensional. (Adv)

Berita Terkait
Berita Terkini