KA Pangrango Sukabumi-Bogor Terlambat 4 Jam Akibat Gangguan Lokomotif, KAI Minta Maaf

Selasa 28 Mei 2024, 21:36 WIB
KA Pangrango di Stasiun Sukabumi. (Sumber Foto : Dok. PT KAI Daop 1 Jakarta)

KA Pangrango di Stasiun Sukabumi. (Sumber Foto : Dok. PT KAI Daop 1 Jakarta)

SUKABUMIUPDATE.com - PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional perjalanan yang dialami KA Pangrango lintas Sukabumi-Bogor saat hendak memasuki Stasiun Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/5/2024).

Manager Humas Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, berdasarkan laporan dari masinis bahwa KA 205 Pangrango Sukabumi-Bogor mengalami gangguan lokomotif pada pukul 17:33 WIB.

“Lokomotif KA 205 Pangrango tersebut telah mengalami gangguan saat mau masuk Stasiun Cisaat, tepatnya di depan Sinyal Masuk Stasiun Cisaat Sukabumi,” kata Ixfan kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Ujunggenteng Sukabumi, Belasan Perahu Nelayan Rusak

Dalam penanganannya, lanjut Ixfan, pihaknya berkoodinasi dengan unit-unit terkait untuk dilakukan perbaikan maupun reset system, namun tidak berhasil.

“Akhirnya KA 205 harus menunggu lokomotif penolong atau pengganti, yang pada saat sudah melewati Stasiun Maseng,” kata Ixfan.

Ixfan memastikan, KA 205 Pangrango diperkirakan berangkat kembali dari Stasiun Cisaat pukul 21:15 WIB, dengan kelambatan lebih kurang 240 menit atau 4 jam.

Berdasarkan data pemesanan tiket untuk keberangkatan 28 Mei 2024 terdapat 439 tiket yang sudah terjual. Ixfan menyebut calon pengguna yang sudah membeli tiket dan terdampak pembatalan maka bea tiket akan dikembalikan 100 persen melalui proses proses pembatalan yang dapat dilakukan di Stasiun Bogor Paledang dan Sukabumi.

“Sebelumnya informasi kelambatan juga disampaikan melalui pengiriman pesan singkat ke nomor kontak yang dicantumkan calon pengguna saat membeli tiket,” tuturnya.

Ixfan menuturkan, sejauh ini hingga pukul 20:30 WIB belum ada penumpang KA 205 maupun KA 206 yang melakukan pembatalan tiket, namun demikian KAI memberikan kesempatan untuk proses pembatalan dapat dilakukan hingga 3 hari kedepan dan masyarakat yang sudah membeli tiket tidak harus melakukan pembatalan pada hari yang sama dengan jadwal keberangkatan.

“Saat ini, upaya pengiriman lokomotif penolong atau pengganti telah dilakukan. KAI Daop 1 Jakarta sekali lagi memohon maaf atas terjadinya gangguan tersebut, upaya perbaikan dan peningkatan kehandalan sarana maupun sarana perkeretaapian akan terus kami tingkatkan,” ujar Ixfan.

Lebih lanjut Ixfan memastikan untuk perjalanan KA Pangrango pada Rabu 29 Mei 2024 akan kembali normal, dan diinformasikan kembali selanjutnya melalui media informasi resmi KAI dan di seluruh stasiun lintas Bogor-Sukabumi.

AYO! main games di Sukabumi Update Games
Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi15 Juni 2024, 11:35 WIB

Rekaman Perang Senjata Tajam di Sukabumi, Tengah Malam di Jalur Baru Sukaraja

Jumat dini hari (14/6/2024), dua kelompok anak muda terlibat perang senjata tajam di jalan raya Baru Sukaraja, Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.
Perang senjata tajam dua kelompok pemuda di jalan baru Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Sabtu dini hari (15/6/2024) (Sumber: cctv)
Life15 Juni 2024, 11:30 WIB

20 Penyebab Nyeri Panggul Saat Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Para Ibu

Mengalami nyeri panggul saat sedang hamil bisa jadi menakutkan. Berikut cara mengetahui apakah gejalanya normal atau memerlukan perhatian medis.
Ilustrasi ibu hamil mengalami nyeri panggul selama masa kehamilan (Sumber : Freepik.com)
Film15 Juni 2024, 11:00 WIB

Harta, Tahta, dan Raisa, Film Dokumenter yang Mengisahkan Perjalanan Karir Raisa

Film Harta, Tahta, Raisa, adalah film dokumenter yang mengisahkan perjalanan karir raisa sebagai seorang penyanyi di Indonesia dan penyanyi perempuan pertama yang bisa menggelar konser tunggal di GBK
Poster film Harta, Tahta, dan Raisa, Film Dokumenter yang Mengisahkan Perjalanan Karir Raisa (Sumber : instagram/@raisa6690)
Sukabumi15 Juni 2024, 10:55 WIB

Dinkes Kota Sukabumi Angkat Bicara Soal Bayi 3 Bulan Meninggal Dunia Usai Imunisasi

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi memberikan tanggapan terkait kasus meninggalnya seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan, Muhammad Kenzie Arifin, yang diduga akibat imunisasi yang diterimanya.
Ilustrasi Bayi meninggal usai imunisasi di Puskesmas Warudoyong Kota Sukabumi (Sumber : Freepik/sacyks)
Sehat15 Juni 2024, 10:30 WIB

Asam Urat Kambuh Di Malam Hari? Simak Ulasan Berikut Agar Tidur Lebih Nyenyak

Asam urat adalah kondisi kronis dan menyakitkan yang dapat menyebabkan gangguan tidur jika kambuhnya terjadi di malam hari
Ilustrasi asam urat kambuh di malam hari (Sumber : Freepik.com/@lookstudio)
Life15 Juni 2024, 10:00 WIB

Bukan Sekadar Modal Ganteng, 10 Tipe Pria yang Pantas Kamu Perjuangkan untuk Jadi Pasangan Hidup

Ada beberapa tipe pria yang pantas diperjuangkan untuk menjadi belahan jiwa
Ilustrasi - Ada beberapa tipe pria yang pantas diperjuangkan untuk menjadi belahan jiwa. (Sumber : Freepik.com/@marymarkevich)
Sehat15 Juni 2024, 09:45 WIB

Bolehkah Penderita Diabetes Konsumsi Santan? Simak Alasan dan Makanan Penggantinya

Penderita diabetes wajib mengetahui apakah santan aman dikonsumsi olehnya atau tidak serta bahan makanan pengganti santan yang diperbolehkan
Ilustrasi santan apakah boleh dikonsumsi bagi penderita diabetes (Sumber : Pixabay.com/@Lisa Redfern)
Sukabumi Memilih15 Juni 2024, 09:13 WIB

Juga Merapat ke PPP, Fikri Abdul Ajiz Galang Dukungan untuk Calon Wakil Bupati Sukabumi

Fikri dan tim pemenangannya menyambangi Kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sukabumi
Fikri menyambangi Kantor DPC PPP Kabupaten Sukabumi, di Jalan Sukabumi-Bogor, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kamis 13 Juni 2024.
Sehat15 Juni 2024, 09:00 WIB

Idul Adha Makan Daging Tapi Tetap Sehat: 5 Tips yang Harus Anda Lakukan

Menikmati berbagai olahan daging selama Idul Adha adalah bagian dari perayaan, tetapi penting untuk melakukannya dengan bijak.
Ilustrasi Tongseng Sapi - Menikmati berbagai olahan daging selama Idul Adha adalah bagian dari perayaan, tetapi penting untuk melakukannya dengan bijak. (Sumber : via Titipku.com)
Sukabumi15 Juni 2024, 08:30 WIB

Sering Ngamuk Usai Cerai, Pria di Ciracap Sukabumi Dibawa Ke RSJ

Seorang pria bernama AS (58 tahun) di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dievakuasi oleh pemerintah desa setempat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) karena sering mengamuk dan membahayakan lingkungan.
AS di dalam kendaraan ambulans RSJ Provinsi Jawa Barat, saat akan berangkat | Foto : Ragil Gilang