Mengenal Layur, Ikon Tugu Ikan Terbaru di Palabuhanratu: Dibangun dengan Dana Rp12 Juta

Sukabumiupdate.com
Sabtu 14 Feb 2026, 15:56 WIB
Mengenal Layur, Ikon Tugu Ikan Terbaru di Palabuhanratu: Dibangun dengan Dana Rp12 Juta

Ilustrasi AI. Ikan layun menjadi ikon tugu terbaru di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi (Sumber : copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Wajah baru menghiasi pusat Kota Palabuhanratu. Sebuah monumen ikan layur yang menjulang tinggi berdiri kokoh di depan kantor Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Layur menjadi ikon terbaru wilayah pesisir Palabuhanratu, setelah sebelumnya ada tugu jangilus ikan marlin, tugu penyu gadobangkong dan alun-alun..

Kehadiran Tugu Layur tak sekadar mempercantik tata kota, tetapi juga diproyeksikan ikon baru yang merepresentasikan identitas maritim masyarakat pesisir Palabuhanratu. Tugu ini dibangun oleh Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi.

Ia menegaskan bahwa Tugu Layur dibangun bukan tanpa makna. Monumen tersebut, kata dia, sarat filosofi yang melekat kuat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga: Ahli Gempa Dr Daryono Mundur Dari BMKG, Tinggalkan Jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami

“Kalau melihat dari filosofi Tugu Layur di kawasan Palabuhanratu, ini karena salah satu ikon Kota Palabuhanratu yang memiliki makna kuat bagi masyarakat. Identitas kita sebagai kota pesisir dan pusat kegiatan perikanan sangat erat dengan simbol ini,” ujar Yadi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (14/2/206)..

Menurutnya, bentuk layur yang menjulang ke atas melambangkan ketangguhan dan semangat perjuangan para nelayan. Ikan layur dipilih karena menjadi salah satu komoditas unggulan sekaligus simbol kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

“Simbol ini menandakan identitas maritim. Kehidupan masyarakat kita bergantung pada hasil laut, potensi perikanan menjadi sumber ekonomi utama. Apalagi wilayah laut Palabuhanratu berbatasan langsung dengan Samudra Hindia yang terkenal dengan ombak besarnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Tol Bocimi Parungkuda Penuh Kendaraan: Long Weekend Imlek dan Awal Ramadan 2026

Yadi menambahkan, filosofi menjulangnya Tugu Layur juga mencerminkan harapan dan semangat untuk terus maju dan berkembang, meskipun nelayan harus menghadapi kerasnya ombak Laut Selatan.

“Meski menghadapi ombak besar Samudra Hindia, nelayan Palabuhanratu tetap tangguh. Ini juga simbol harapan agar kesejahteraan mereka terus meningkat,” katanya.

Yadi menilai Tugu Layur sangat layak menjadi ikon Palabuhanratu jika dilihat dari berbagai aspek, mulai dari nilai historis, ekonomi, budaya hingga simbolik. Dari sisi historis, Palabuhanratu dikenal sebagai kawasan pesisir dengan aktivitas perikanan yang tinggi. Identitas maritim sudah melekat kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Baca Juga: Pekerjaan Baru Phil Jones, Mantan Manchester United, Kini Tangani Blackburn Rovers

“Histori kita adalah maritim. Tugu Layur merepresentasikan kehidupan warga nelayan, sekaligus menjadi simbol kuat masyarakat Kelurahan Palabuhanratu,” jelasnya.

Secara ekonomi, komoditas ikan layur memiliki nilai jual tinggi dan menjadi bagian dari denyut nadi perekonomian masyarakat. Keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu juga memperkuat posisi wilayah ini sebagai sentra aktivitas perikanan.

“Pelabuhan perikanan menjadi pusat aktivitas ekonomi. Layur sebagai komoditas unggulan memiliki nilai ekonomi tinggi. Jadi secara simbolik dan ekonomi sangat relevan,” tegas Yadi.

Baca Juga: 7 Pelaku Diamankan: Motif Dibalik Dugaan Pengeroyokan Lansia hingga Tewas di Jampangkulon

Selain itu, lokasi Tugu Layur yang berada di titik strategis pusat kota dinilai mudah dikenali dan berpotensi menjadi landmark orientasi bagi pendatang. Keberadaannya juga memperkuat citra visual Kelurahan Palabuhanratu sebagai kota nelayan yang dinamis.

Dengan adanya keberadaan Tugu Layur juga diharapkan berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi warga sekitar. Yadi menyebut monumen ini berpotensi menjadi spot favorit wisatawan sekaligus titik temu masyarakat di pusat kota.

“Tugu Layur ini bisa menjadi penanda kawasan kota dan spot foto favorit. Namun tentu perlu dukungan stakeholder dan pimpinan daerah untuk penguatan branding,” katanya.

Baca Juga: Sergio Castel Kecewa, Persib Harus Bangkit Lawan Ratchaburi FC di Leg Kedua ACL Two

Ia berharap promosi melalui media sosial, dokumentasi wisata, hingga narasi resmi sejarah dan filosofi Tugu Layur dapat memperkuat citra Palabuhanratu sebagai kota pesisir berbasis perikanan.

Dari sisi ekonomi, Yadi optimistis aktivitas UMKM akan terdorong. Pedagang oleh-oleh hasil laut, kuliner khas layur, jasa parkir hingga ojek dinilai bisa merasakan dampak langsung dari meningkatnya kunjungan masyarakat.

“Memang ini bukan objek wisata berbayar, tapi bisa menggerakkan arus kunjungan ke pusat kota. UMKM dan pedagang kecil mudah-mudahan bisa terdampak langsung,” ujarnya.

Baca Juga: Tangani 35 Ribu Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Sukabumi, Disdik Raih Penghargaan BPMP

Ia menilai dalam jangka panjang, Tugu Layur berpotensi besar menjadi pemicu aktivitas ekonomi lokal apabila dikemas dalam konsep penataan kawasan wisata terpadu berbasis maritim. Untuk memperkuat Tugu Layur sebagai simbol kebanggaan, Yadi memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah ke depan.

Ikan layur, tugu baru di Palabyuahanratu Kabupaten SukabumiIkan layur, tugu baru di Palabyuahanratu Kabupaten Sukabumi

Pertama, penataan ruang publik secara terpadu, termasuk perbaikan taman, pencahayaan artistik, jalur pedestrian yang nyaman dan ramah disabilitas, serta penataan parkir tertib guna mendukung peningkatan PAD.

Kedua, revitalisasi visual melalui perawatan rutin struktur tugu, penambahan pencahayaan tematik, hingga penyediaan spot foto estetik resmi.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Film dan Serial Prime Video untuk Merayakan Hari Valentine

Ketiga, penguatan branding melalui integrasi dalam promosi resmi daerah serta penyusunan narasi historis dan filosofis yang terstruktur.

Keempat, pengembangan ekonomi kreatif di sekitar kawasan dengan penataan zona UMKM, sentra kuliner hasil laut, stan oleh-oleh ikan layur, serta suvenir bertema Tugu Layur.

Tak hanya itu, Yadi juga mendorong penyelenggaraan festival tahunan seperti Festival Layur, lomba masak hasil layur, hingga event budaya pesisir untuk memperkaya daya tarik wisata. “Perlu juga edukasi kepada generasi muda melalui sekolah dan komunitas tentang makna Tugu Layur, serta kegiatan bersih kawasan. Kita harus berkolaborasi dengan komunitas nelayan dan pemuda agar ikon ini benar-benar dijaga bersama,” ujarnya.

Baca Juga: Truk Muatan Granit Terguling di Tanjakan Cisarakan, Jalur Palabuhanratu - Cikidang Sukabumi

Dalam konsep jangka panjang, Tugu Layur diharapkan terintegrasi dengan destinasi lain seperti kawasan Pantai Palabuhanratu dan sentra perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu dalam skema city branding berbasis maritim.

“Harapan kami, tugu ini bukan sekadar monumen, tetapi menjadi bagian dari narasi wisata di pusat kota Palabuhanratu. Palabuhanratu adalah kota nelayan yang tangguh dan berdaya saing,” pungkas Yadi.

Tugu ini dibangun dengan anggaran Rp12 Juta, bersumber dari menyisihkan admin AJB (Akta Jual Beli) di kantor kelurahan Palabuhanratu, selama 1 tahun.

Baca Juga: Sinopsis Drama Korea In Your Radiant Season, Membawa Kisah Cinta yang Menyentuh

Mengenal Layur

Dilansir dari banyak sumber, Ikan layur (Trichiurus lepturus) adalah ikan laut populer berBentuk panjang, ramping, dan pipih menyerupai pita dengan kulit berwarna perak. Ikan ini dikenal memiliki daging putih lembut, gurih, dan minim tulang duri. Layur kaya akan protein, asam lemak omega-3, serta kalsium, menjadikannya pilihan nutrisi sehat.

Tubuh layur memanjang seperti ular dengan moncong meruncing dan gigi tajam. Panjangnya bisa mencapai 1–2 meter, meskipun umumnya ditemukan berukuran 60–110 cm. Warna tubuhnya perak cerah saat segar.

Ikan ini hidup di perairan tropis dan sedang, sering ditemukan di perairan dangkal atau dekat pantai. Mereka berenang dengan gerakan mengombak dan agresif berburu mangsa berupa plankton, udang, dan cumi-cumi.

Ikan layur sangat baik untuk kesehatan karena kaya protein, omega-3, kalsium, dan fosfor. Konsumsinya dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, otak, serta mendukung kekuatan tulang dan gigi.

Ikan layur sangat umum dikonsumsi di Indonesia, sering diolah dengan cara digoreng, dibakar, atau dikeringkan menjadi ikan asin. Di luar negeri, seperti Korea dan Jepang, ikan ini populer dimasak atau dijadikan sashimi. Ikan layur juga sering dijuluki "ikan gempa" karena sensitivitasnya yang tinggi terhadap getaran di dalam laut.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini