SUKABUMIUPDATE.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia meteorologi klimatologi dan geofisika tanah air. Dr Daryono.,S.Si.,M.S.i ucap pamit mundur dari jabatannya sebagai Direktur Direktur Gempabumi dan Tsunami, dan akan mengajukan pensiun dini dari BMKG, lembaga yang selama ini identik dengan namanya.
Sabtu pagi (14/2/2026), pria yang akrab disapa mas Dar ini mengirimkan pesan di grup info gempa untuk media. Grup whatsapp yang dibuatkan khusus untuk jurnalis dan pekerja media seluruh Indonesia.
Berikut pesan yang disampaikan Dr Daryono kepada awak media terkait pengunduran diri tersebut.
Baca Juga: Tol Bocimi Parungkuda Penuh Kendaraan: Long Weekend Imlek dan Awal Ramadan 2026
“th. Bapak/Ibu dan rekan-rekan awak media yang saya hormati,
Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG.
Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kiranya Bapak/Ibu dan rekan-rekan media tidak lagi mencantumkan afiliasi saya sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan.
Baca Juga: 7 Pelaku Diamankan: Motif Dibalik Dugaan Pengeroyokan Lansia hingga Tewas di Jampangkulon
Namun demikian, komitmen saya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan berhenti,” tulisnya..
Pria yang selalu hadir dalam setiap pemberitaan terkait gempabumi di dunia ini menambahkan bahwa ia tidak akan meninggalkan dunia tersebut. Dan tetap akan meladeni pertanyaan publik terkait gempabumi, dampak dan upaya mitigasi.
Sebagai seseorang yang telah lama berkecimpung dalam kajian gempa bumi dan tsunami—baik dalam aspek konsep dan teori kegempaan, sumber gempa, analisis data, maupun sejarah gempa dan tsunami—saya tetap terbuka untuk berbagi pengetahuan, memberikan penjelasan ilmiah, serta menjadi narasumber apabila diperlukan.
Baca Juga: Tangani 35 Ribu Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Sukabumi, Disdik Raih Penghargaan BPMP
Saya memiliki tanggungjawab keilmuan (Scientific Responsibility), tanggungjawab edukasi (Educational Responsibility) dan tanggungjawab moral (Moral Responsibility) di negeri yang rawan bencana ini.
Untuk sementara waktu, apabila Bapak/Ibu berkenan menghadirkan saya sebagai narasumber, mohon dapat mencantumkan identitas: Daryono, Pemerhati Gempabumi dan Tsunami,” sambung Daryono
“InsyaAllah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Truk Muatan Granit Terguling di Tanjakan Cisarakan, Jalur Palabuhanratu - Cikidang Sukabumi
Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kerjasama, kepercayaan, dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik.
Salam hormat,
Daryono🙏🏻😊."
Pesan ini tentu mengejutkan dunia jurnalistik di tanah, karena Daryono selama ini nyaris menjadi narasumber utama terkait informasi gempa. Kepada wartawan di grup tersebut Daryono menjelaskan alasan pengunduran diri tersebut.
Baca Juga: Hattrick Pedro Neto Antarkan Chelsea Menang 4-0 atas Hull City di Piala FA
“Sy saat ini sedang sakit mata yg disebut distrofi kornea dan sedang dlm perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kmdian lanjut pensiun dini,” pungkasnya.







