DJ Katty Butterfly Buka Suara soal Pembatalan Manggung di Bandung, Diminta Ganti Rugi

Sukabumiupdate.com
Selasa 08 Sep 2026, 12:00 WIB
DJ Katty Butterfly Buka Suara soal Pembatalan Manggung di Bandung, Diminta Ganti Rugi

DJ Katty Butterfly Buka Suara soal Pembatalan Manggung di Bandung, Diminta Ganti Rugi (Sumber : Instagram/@dj_kattybutterfly36)

SUKABUMIUPDATE.com - DJ Katty Butterfly akhirnya buka suara terkait polemik pembatalan dirinya tampil di salah satu klub malam yang ada di Bandung pada 9 April 2026 lalu.

DJ Katty Butterfly menggelar konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, didampingi oleh tim manajemennya untuk memberikan klarifikasi sekaligus kronologi yang sebenarnya terjadi.

Permasalahan ini bermula dari kondisi kesehatan Katty Butterfly yang menurun sebelum berangkat ke Bandung. Demi menjaga profesionalitas pekerjaan, ia tetap memaksakan diri untuk pergi walaupun sempat menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) di Jakarta.

“Jadi, kami ada event di Bandung di satu klub itu di tanggal 9 April. Dari sebelum kami tim berangkat itu memang sudah kondisi kurang enak badan. Tapi, kami paksakan karena kami berusaha untuk profesional dalam menjalani job yang sudah ada,” kata Ika yang merupakan pihak manajemen DJ asal Thailand itu dikutip dari Youtube Intens Investigasi pada Selasa, (8/9/2026).

Baca Juga: Kasus Adik Keisya Levronka: Sidang Digelar, Keluarga Tuntut Untar Ganti Rugi Rp 1 M

Namun, setibanya di lokasi, kondisi fisik sang DJ justru semakin memburuk hingga didiagnosa menderita GERD dan dugaan usus buntu. Akhirnya, pihak manajemen Katty Butterfly menghubungi pihak penyelenggara untuk memberitahu bahwa Katty tidak bisa tampil.

“Akhirnya dari situ saya cuma fokus adalah kesehatan Katty aja gitu. Saya juga pahamlah untuk gig segala macam harus tetap jalan, tapi balik lagi ini masalah nyawa gituah. Lalu saya menginfokan keadaan Katty ini ke pihak outlet ada PIC-nya namanya Saudara Finman. Saya kasih tahu kondisi Katty tidak bisa perform gitu dan saya minta tolong untuk diantar ke rumah sakit,” ujar Ika.

Namun, pihak DJ Katty Butterfly mengungkapkan pihak klub bukannya simpati terhadap kondisi sang artis, tapi memberikan tuntutan yang dinilai tidak masuk akal saat diberitahu bahwa sang artis tidak bisa tampil karena sakit.

"Dari pihak outletnya segala macam gitu ya tapi saya bilang ini enggak bisa enggak bisa dipaksain lagi itu. Bahkan ada permintaan dari pihak outlet, boleh gak roadman-nya saja yang main tapi Katty-nya di sampingnya biar tamu-tamu lihat aja ada dia, gitu. Atau bahkan sampai dibilang pura-pura pingsan aja. Itu saya langsung bilang gak mungkinlah," ungkapnya.

Ketegangan mulai terjadi saat Katty dipaksa hadir ke klub sebelum diizinkan ke rumah sakit yang ada di Bandung. Hal tersebut dilakukan agar pemilik klub percaya kalau sang DJ benar-benar sakit dengan melihat kondisinya secara langsung.

Baca Juga: Nikita Mirzani Kembali Gugat Reza Gladys, Tuntut Ganti Rugi Rp. 114 Miliar

DJ berusia 37 tahun itu mengaku malu dan terpukul ketika bertemu dengan pemilik klub malam tersebut karena menggunakan baju tidur dan kursi roda. Apalagi begitu tiba di lokasi ada banyak sekali tamu yang melihatnya.

"Aku kayak aduh aku gak bisa, aku pakai baju tidur, aku benar pakai berantakan banget, pakai baju tidur celana pendek gak sopan banget lah. Mereka bilang gak apa-apa kak, langsung aja naik kursi roda nanti kita langsung ke room. Aku juga sampai waktu di itu aku juga nangis ya," kata Katty Butterfly.

“Aku juga sakit. Aku pikir itu aku harus ke UGD, ke rumah sakit. Tapi ya udah nggak apa-apa. Terus aku waktu turun dari mobil di depan klubnya banyak banget tamu. Itu orangnya lihat kondisi aku yang waktu udah nggak sadarlah sakitnya. Aku langsung jalan ke room-nya,” lanjut sang DJ.

Setelah kejadian tersebut, dilakukan upaya mediasi untuk menjadwalkan ulang penampilan DJ Katty Butterfly atau pengembalian dana sesuai dalam klausul keadaan darurat (force majeure) dalam kontrak kerja sama, tapi justru menemui jalan buntu.

Karena pihak klub tersebut justru menuntut ganti rugi sebesar Rp 146,5 juta terhadap sang DJ. Namun, nilai tersebut dianggap tidak wajar mengingat kontrak kerja sama tampil hanya bernilai Rp. 45 juta.

"Pokoknya nilainya jadi 146,5 juta dari nilai fee. Itu pertama kita udah minta terus, tapi mereka bilang itu dari owner itu mereka gak mau, gak mau reschedule, gak mau apa-apa, tapi dia cuma mau dua kali lipat," sebut Ika.

Karena tidak menemukan titik terang setelah melalui cara kekeluargaan, akhirnya pihak Katty Butterfly menyatakan melanjutkan permasalahan ini ke ranah hukum. Ia mengakui sudah tidak nyaman dengan intimidasi dan tekanan yang diberikan oleh pihak pemilik klub selama perselisihan ini berlangsung.

Sumber: Youtube Intens Investigasi

Berita Terkait
Berita Terkini