Penyebab dan Faktor Tekanan Darah Naik, Beban Pikiran Jadi Salah Satunya

Sukabumiupdate.com
Rabu 30 Sep 2026, 10:00 WIB
Penyebab dan Faktor Tekanan Darah Naik, Beban Pikiran Jadi Salah Satunya

Ilustrasi stres dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (Sumber : Freepik/@magnific)

SUKABUMIUPDATE.com - Tekanan darah bisa berubah sepanjang hari. Aktivitas fisik, makanan, kondisi tubuh hingga tekanan emosional dapat memengaruhi hasil pengukuran. Namun, jika tekanan darah terus berada di atas batas normal, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan naiknya tekanan darah adalah beban pikiran atau stres. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh dapat melepaskan hormon yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat untuk sementara waktu. Lantas, apa saja penyebab dan faktor yang dapat membuat tekanan darah naik?

1. Beban Pikiran dan Stres

Stres dapat memicu respons tubuh yang dikenal sebagai fight or flight. Dalam kondisi tersebut, hormon stres membuat denyut jantung meningkat dan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah dapat naik sementara.

Masalahnya, stres yang berlangsung terus-menerus juga dapat mempengaruhi kebiasaan sehari-hari. Seseorang yang sedang banyak pikiran mungkin menjadi kurang aktif bergerak, tidur tidak teratur, memilih makanan kurang sehat atau mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Karena itu, mengelola stres menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga tekanan darah.

Baca Juga: Berapa Tekanan Darah yang Normal? Kenali Batasnya

2. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam

Pola makan tinggi garam merupakan salah satu faktor risiko tekanan darah tinggi yang telah banyak dikenal.

Mengurangi asupan garam menjadi bagian dari perubahan gaya hidup yang dianjurkan untuk membantu mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi. 

Karena itu, memperhatikan label makanan dan membatasi makanan yang tinggi garam dapat membantu menjaga tekanan darah.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Kebiasaan terlalu banyak duduk dan kurang bergerak juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Kurang aktivitas fisik sebagai salah satu faktor risiko hipertensi. Sebaliknya, aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. 

4. Berat Badan Berlebih

Kelebihan berat badan atau obesitas juga termasuk faktor risiko tekanan darah tinggi.

Overweight dan obesitas sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi. Karena itu, menjaga berat badan dalam rentang yang sehat merupakan salah satu langkah yang dapat membantu menurunkan risiko.

5. Kebiasaan Merokok

Merokok juga perlu diperhatikan ketika membahas kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Penggunaan tembakau sebagai salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam pencegahan penyakit tidak menular, termasuk kondisi yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi. 

Berhenti merokok bukan hanya berkaitan dengan tekanan darah, tetapi juga membantu mengurangi berbagai risiko penyakit kardiovaskular.

6. Terlalu Banyak Mengonsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Konsumsi alkohol yang berlebihan sebagai salah satu faktor risiko hipertensi. Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol dapat menjadi bagian dari upaya menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.

7. Faktor Usia dan Genetik

Tidak semua faktor risiko tekanan darah tinggi bisa diubah.

Usia dan riwayat keluarga merupakan contoh faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Risiko hipertensi dapat meningkat seiring bertambahnya usia, sementara seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan hipertensi juga dapat memiliki risiko lebih tinggi.

Baca Juga: Berapa Tekanan Darah yang Normal? Kenali Batasnya

8. Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Diabetes dan penyakit ginjal sebagai kondisi yang berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi. 

Karena itu, orang yang memiliki penyakit tertentu sebaiknya mengikuti pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Salah satu alasan tekanan darah perlu diperiksa secara rutin adalah karena hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Jika tekanan darah tinggi tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal. 

Baca Juga: Rumah Ludes Terbakar, Janda 2 Anak di Kalibunder Sukabumi Mengungsi dan Butuh Bantuan

Sumber : WHO, AHA

Berita Terkait
Berita Terkini