SUKABUMIUPDATE.com – Onih (53), seorang janda warga Kampung Langkop, Desa Cimahpar, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, kini terpaksa mengungsi bersama dua anaknya setelah rumah tempat tinggal mereka ludes rata dengan tanah dilahap si jago merah.
Musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan rumah panggung berukuran 7x5 meter beserta seluruh isinya tersebut terjadi pada Selasa (29/9/2026) sekira pukul 00.20 WIB.
Camat Kalibunder, Taofik Nurhadi, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa memilukan ini. Saat api berkobar, Onih bersama dua anaknya sedang menginap di rumah kerabat.
Taofik mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Desa Cimahpar kemudian melakukan peninjauan ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan.
"Laporan kami terima sekitar pukul 24.20 WIB. Pagi harinya kami bersama tim langsung meninjau lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban dan penanganan," ujar Taofik kepada sukabumiupdate.com, Selasa (29/9/2026) malam.
Baca Juga: Kobong Ponpes di Surade Sukabumi Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Charger HP
Mengenai pemicu timbulnya kobaran api, Taofik menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian, peristiwa ini diduga kuat bersumber dari gangguan arus pendek listrik.
"Dugaan sementara akibat korsleting listrik," ujarnya.
Konstruksi rumah panggung yang didominasi material kayu dan bambu kering membuat kobaran api dengan cepat meratakan seluruh bangunan. Tidak ada perabotan maupun barang berharga milik korban yang berhasil diselamatkan dari kepungan api.
Saat ini, Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Kecamatan Kalibunder bersama tim assessment masih mendata rinci total kerugian materiil yang dialami korban. Estimasi awal kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.
Pihak kecamatan dan pemerintah desa dikabarkan telah menyalurkan bantuan tanggap darurat, terutama kebutuhan logistik dasar selama Onih dan anak-anaknya berada di pengungsian.
Di tengah situasi sulit pascamusibah, Onih dan keluarga sangat berharap adanya uluran tangan dari pemerintah daerah maupun para dermawan agar dapat kembali membangun tempat tinggal yang layak.















