Kasus Penyiraman Air Keras Kembali Terjadi, Kenali Bahaya dan Cara Pertolongan Pertamanya

Sukabumiupdate.com
Sabtu 14 Mar 2026, 12:00 WIB
Kasus Penyiraman Air Keras Kembali Terjadi, Kenali Bahaya dan Cara Pertolongan Pertamanya

Ilustrasi cara mengatasi luka bakar kimia akibat air keras (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus penyiraman air keras kembali menyita perhatian publik setelah menimpa aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus, Wakil Koordinator dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Peristiwa tersebut terjadi pada 12 Maret 2026 malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, ketika korban baru saja selesai melakukan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Menurut keterangan yang beredar, korban disiram cairan berbahaya oleh orang tak dikenal saat berada di jalan. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh seperti wajah, tangan, dada, hingga area mata dan harus mendapatkan perawatan medis. Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa air keras atau bahan kimia korosif sangat berbahaya bagi tubuh, terutama jika mengenai kulit secara langsung.

Baca Juga: Tren Twibbon Jangan Cium Aku Dulu Viral, Ini Cara Cegah Penularan Campak pada Anak Saat Lebaran

Apa Itu Air Keras dan Mengapa Berbahaya?

Air keras biasanya merujuk pada zat kimia korosif seperti asam kuat atau alkali yang dapat merusak jaringan tubuh. Paparan zat tersebut dapat menyebabkan luka bakar kimia atau Luka Bakar Kimia.

Menurut lembaga kesehatan, luka bakar kimia terjadi ketika kulit atau jaringan tubuh terkena bahan kimia kuat seperti asam, deterjen, atau pelarut yang dapat merusak jaringan secara cepat. Tidak hanya merusak lapisan kulit, bahan kimia korosif juga dapat menembus jaringan lebih dalam sehingga menyebabkan luka serius, bahkan berpotensi menimbulkan cacat permanen.

Dampak Air Keras Jika Mengenai Kulit

Paparan air keras pada tubuh dapat menimbulkan berbagai dampak serius, di antaranya:

  • Luka bakar parah pada kulit
  • Kerusakan jaringan hingga lapisan kulit yang lebih dalam
  • Nyeri hebat dan peradangan
  • Bekas luka permanen atau jaringan parut
  • Kerusakan mata jika mengenai wajah

Pada kasus yang berat, luka bakar kimia bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi dan kerusakan jaringan permanen.

Baca Juga: Langsung Minum Air Es Saat Berbuka Puasa? Simak Bahayanya bagi Tubuh

Cara Pertolongan Pertama Jika Terkena Air Keras

Jika seseorang terkena air keras atau bahan kimia korosif, tindakan cepat sangat penting untuk mengurangi kerusakan jaringan. Berikut langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan oleh sumber medis:

1. Segera Bilas dengan Air Mengalir

Langkah pertama adalah membilas area yang terkena dengan air bersih yang mengalir selama minimal 20 menit untuk membantu menghilangkan zat kimia dari kulit.

2. Lepaskan Pakaian yang Terkena Zat Kimia

Jika pakaian atau aksesori terkena bahan kimia, segera lepaskan untuk mencegah paparan lebih lanjut pada kulit.

3. Jangan Menggosok Area Luka

Menggosok kulit dapat memperparah kerusakan jaringan. Biarkan air mengalir untuk membersihkan zat kimia secara perlahan.

4. Tutup Luka dengan Kain Bersih

Setelah dibilas, tutup luka dengan kain bersih atau perban steril untuk melindungi area yang terluka.

5. Segera Cari Bantuan Medis

Luka bakar kimia membutuhkan penanganan medis secepat mungkin, terutama jika luka cukup luas atau mengenai wajah dan mata.

Kasus penyiraman air keras seperti yang baru terjadi menunjukkan betapa berbahayanya bahan kimia korosif jika digunakan secara tidak bertanggung jawab. Selain menimbulkan luka bakar parah, dampaknya juga dapat meninggalkan trauma fisik dan psikologis bagi korban.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya air keras serta langkah pertolongan pertama jika terjadi paparan bahan kimia. Pengetahuan ini dapat membantu meminimalkan kerusakan jaringan sebelum korban mendapatkan perawatan medis yang lebih lanjut.

Baca Juga: Sering Kalap Saat Buka Puasa? Ini Bahaya Makan Terlalu Kekenyangan

Sumber: Berbagai Sumber

Berita Terkait
Berita Terkini