Langsung Minum Air Es Saat Berbuka Puasa? Simak Bahayanya bagi Tubuh

Sukabumiupdate.com
Senin 02 Mar 2026, 10:00 WIB
Langsung Minum Air Es Saat Berbuka Puasa? Simak Bahayanya bagi Tubuh

Ilustrasi Minuman Dingin Untuk Berbuka Puasa (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Saat bulan Ramadan banyak orang memilih minuman dingin atau es sebagai pelepas dahaga setelah seharian berpuasa. Sensasi menyegarkan memang menggoda, terutama ketika perut kosong dan tubuh haus. Namun, sebelum langsung meneguk segelas es setelah azan Maghrib, penting untuk memahami berapa risiko yang mungkin terjadi bagi tubuh. Berikut penjelasannya:

1. Sistem Pencernaan Lebih Sensitif Setelah Puasa

Setelah berpuasa seharian, saluran pencernaan berada dalam kondisi kosong dan sensitif. Minum air es secara tiba-tiba dapat memberikan kejutan suhu di lambung, yang membuat pembuluh darah di saluran cerna menyempit sementara dan memperlambat proses pencernaan. Kondisi ini bisa memicu ketidaknyamanan seperti kram perut, mual, atau rasa tidak enak di perut.

Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-12: Meminta Kesucian Hati dan Perlindungan dari Ketakutan

2. Risiko Gangguan Pencernaan dan Kontraksi Lambung

Air es yang sangat dingin dapat menyebabkan kontraksi pada lambung yang kosong, terutama jika diminum dalam jumlah banyak sekaligus. Hal ini bisa menyebabkan pencernaan berjalan tidak optimal, menimbulkan kembung, begah, atau bahkan gangguan pencernaan pada sebagian orang.

3. Potensi Menyebabkan Sakit Tenggorokan atau Pilek

Konsumsi minuman dingin langsung setelah puasa juga dikaitkan dengan produksi lendir berlebih pada saluran pernapasan. Lendir yang menumpuk dapat membuat tenggorokan terasa sakit, tersumbat, atau meningkatkan kemungkinan batuk dan pilek meskipun efek ini bervariasi antar individu.

4. Menyebabkan Sakit Kepala atau Brain Freeze

Bagi sebagian orang, terutama yang sensitif terhadap suhu dingin, minum air es dengan cepat dapat memicu sakit kepala mendadak atau sensasi brain freeze. Ini terjadi karena perubahan suhu yang cepat di rongga mulut dan tenggorokan.

Baca Juga: Kenapa Bau Mulut Muncul Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

5. Lebih Lambat Menyesuaikan dengan Suhu Tubuh

Minuman yang sangat dingin perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan suhu tubuh yang normal. Proses penyesuaian ini bisa membuat lambung bekerja ekstra keras setelah puasa, yang berpotensi memperlambat kinerja pencernaan secara keseluruhan.

6. Risiko Lebih Besar pada Penderita Masalah Pencernaan

Orang yang memiliki riwayat maag, GERD, atau gangguan pencernaan lain sebaiknya lebih berhati-hati. Minuman dingin dapat memperburuk gejala seperti nyeri ulu hati, mulas, atau refluks asam.

tidak semua orang akan mengalami masalah saat minum air es setelah puasa. Air dingin tidak berbahaya secara umum bagi kebanyakan orang selama tetap dalam batas wajar, dan efeknya bisa bervariasi tergantung kondisi kesehatan masing-masing. 

Minum air es saat berbuka puasa memang terasa menyegarkan, namun ada alasan medis untuk berhati-hati, terutama saat perut masih kosong setelah berpuasa seharian. Risiko seperti gangguan pencernaan, kontraksi lambung, sakit tenggorokan, atau sakit kepala bisa terjadi, terutama pada mereka yang punya riwayat masalah pencernaan. Untuk buka puasa yang lebih nyaman dan sehat, pertimbangkan memulai dengan air hangat atau suhu ruang terlebih dahulu.

Baca Juga: Resep Martabak Tahu Pedas, Inspirasi Menu Takjil Praktis di Ramadan

Sumber: Berbagai Sumber

Berita Terkait
Berita Terkini