Tegaskan Tak Ada Impunitas, Prabowo Minta Aktor Intelektual Penyerang Andrie Yunus Diungkap
Presiden Prabowo Subianto instruksikan pengungkapan dalang penyerangan aktivis KontraS Andrie Yunus. Jamin tidak ada impunitas bagi aparat yang terlibat.
Presiden Prabowo Subianto instruksikan pengungkapan dalang penyerangan aktivis KontraS Andrie Yunus. Jamin tidak ada impunitas bagi aparat yang terlibat.
Empat prajurit TNI ditahan oleh Puspom di Pomdam Jaya sejak 18 Maret 2026 terkait dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras usai mengisi diskusi di YLBHI. Menko Hukum Yusril minta polisi ungkap aktor intelektual, sementara Polda Metro Jaya kini tengah memburu pelaku.
Kasus penyiraman air keras baru-baru ini kembali menyita perhatian publik, hal ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa air keras atau bahan kimia korosif sangat berbahaya bagi tubuh, terutama jika mengenai kulit secara langsung.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizki Syahbana A. Harahap membacakan tuntutan terhadap dua terdakwa, Harianto (30) sebagai pelaku utama, dan Yuri (47), pengemudi ojek online yang berperan sebagai joki.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sukabumi menghadirkan ketiga saksi tersebut untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.
Paman Ungkap Kondisi Korban Penyiraman Air Keras di Sukabumi Mengalami Cacat Permanen dan Harus Operasi Besar.
Dua terdakwa, duduk di kursi pesakitan dalam agenda sidang perdana kasus penyiraman terhadap seorang ibu, YA (36), dan anaknya MRA (7), warga Kecamatan Baros, di Pengadilan Negeri Sukabumi.
Kasus penyiraman air keras di Sukabumi ini diduga dilatarbelakangi oleh rasa cemburu dari mantan kekasih korban yang dikenalnya melalui media sosial.
Sudah dua pekan berlalu sejak peristiwa penyiraman air keras menimpa Yuli dan anaknya di Baros, Kota Sukabumi. Korban akhirnya buka suara, mengungkap detik-detik kejadian.
Berikut keterangan keluarga korban terkait insiden tragis yang menimpa sopir taksi online asal Sukaraja Sukabumi yang tewas usai diduga dibegal di Bogor.
Administrasi selama perawatan dan operasi ditanggung Kementerian Sosial.
Sebagai wujud kepeduliannya, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Elis Ernawati juga memberikan santunan kepada keluarga korban.
Ada yang mengalami luka bakar hingga 45 persen, begini kondisi terbaru ibu dan anak korban penyiraman air keras oleh suami di Nagrak Sukabumi.
Kapolres Sukabumi AKBP Samian, mengungkapkan bahwa motif pelaku melakukan penyiraman air keras tersebut didasari oleh rasa cemburu.
Tragedi memilukan menggegerkan Kampung Dukuh Nara, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (29/12 2024). Seorang pria berinisial GG (59 tahun) tega menyiram air keras ke istri sahnya