Sahur bukan sekadar rutinitas sebelum imsak, tetapi bagian penting untuk menjaga stamina dan keseimbangan tubuh selama berpuasa. Melewatkan sahur dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan karena tubuh tidak mendapat asupan energi dan cairan yang cukup sebelum berpuasa lebih dari 12 jam. Berikut ini 10 risiko puasa tanpa sahur :
1. Tubuh Mudah Lemas dan Kehilangan Energi
Tanpa sahur, tubuh tidak memiliki cadangan glukosa yang cukup sebagai sumber energi utama. Akibatnya, Anda lebih cepat merasa lelah, lemas, dan sulit beraktivitas di siang hari.
2. Risiko Dehidrasi Lebih Tinggi
Sahur membantu memenuhi kebutuhan cairan sebelum puasa dimulai. Jika dilewatkan, tubuh berisiko mengalami dehidrasi, terutama saat cuaca panas atau aktivitas tinggi. Gejalanya bisa berupa pusing, bibir kering, hingga konsentrasi menurun.
Baca Juga: Tips Puasa bagi Penderita Anemia agar Tidak Mudah Lemas dan Pusing
3. Gula Darah Turun (Hipoglikemia)
Tanpa asupan makanan saat sahur, kadar gula darah dapat turun drastis. Kondisi ini bisa menyebabkan gemetar, keringat dingin, pusing, bahkan hampir pingsan, terutama pada penderita diabetes atau orang dengan metabolisme sensitif.
4. Gangguan Lambung dan Asam Lambung Naik
Lambung yang kosong terlalu lama dapat memicu peningkatan asam lambung. Bagi penderita maag atau GERD, puasa tanpa sahur bisa memperburuk keluhan seperti nyeri ulu hati dan mual.
5. Konsentrasi dan Produktivitas Menurun
Otak membutuhkan glukosa untuk bekerja optimal. Tanpa sahur, fokus dan konsentrasi dapat menurun, sehingga memengaruhi produktivitas kerja maupun belajar.
6. Risiko Sakit Kepala
Kurangnya asupan energi dan cairan dapat memicu sakit kepala saat puasa. Kondisi ini sering terjadi akibat kombinasi dehidrasi dan turunnya kadar gula darah.
Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-9: Memohon Rahmat dan Bimbingan
7. Massa Otot Bisa Berkurang
Jika tubuh kekurangan energi terlalu lama, cadangan protein dalam otot dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan penurunan massa otot.
8. Metabolisme Tubuh Melambat
Melewatkan sahur dapat membuat tubuh masuk ke mode “hemat energi”. Akibatnya metabolisme melambat dan pembakaran kalori menjadi kurang optimal.
9. Risiko Makan Berlebihan Saat Berbuka
Karena terlalu lapar, seseorang cenderung makan berlebihan saat berbuka. Ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan lonjakan gula darah yang tidak sehat.
10. Daya Tahan Tubuh Menurun
Kurangnya asupan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan protein saat sahur dapat mempengaruhi sistem imun, sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit.
Sahur memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan energi, cairan, dan nutrisi tubuh selama berpuasa. Melewatkannya bukan hanya membuat tubuh cepat lemas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti dehidrasi, hipoglikemia, dan gangguan lambung.
Karena itu, jangan sepelekan sahur. Dengan persiapan yang tepat, puasa dapat dijalani dengan lebih sehat, aman, dan tetap produktif.
Baca Juga: Sisa Makanan yang Nyempil di Gigi Lalu Tertelan Apa Batal Puasanya? Ini Kata Buya Yahya
Sumber: Berbagai Sumber





