Tips Puasa bagi Penderita Anemia agar Tidak Mudah Lemas dan Pusing

Sukabumiupdate.com
Jumat 27 Feb 2026, 09:00 WIB
Tips Puasa bagi Penderita Anemia agar Tidak Mudah Lemas dan Pusing

Ilustrasi Tips Puasa bagi Penderita Anemia agar Tidak Mudah Lemas dan Pusing (Sumber : Freepik/@stefamerpik)

SUKABUMIUPDATE.com - Berpuasa merupakan ibadah penting bagi umat Muslim, tetapi bagi penderita anemia menjalankan puasa bisa menjadi tantangan karena rentan merasa lemas, pusing, dan cepat kelelahan. Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah rendah, sehingga jumlah oksigen yang diangkut ke seluruh tubuh berkurang gejala yang sering diperburuk saat berpuasa tanpa asupan nutrisi dan cairan selama berjam-jam.

Berikut ini panduan lengkap untuk membantu penderita anemia menjalani puasa dengan lebih aman, nyaman, dan bertenaga.

Pilih Asupan Makanan yang Tepat saat Sahur dan Berbuka

Makanan yang dikonsumsi sangat menentukan energi dan kemampuan tubuh berpuasa, terutama bagi penderita anemia. fokus pada asupan sumber zat besi dan nutrisi penting bagi penderita anemia saat berbuka dan sahur wajib diperhatikan, contoh makanannya diantaranya:

  • Zat besi heme (lebih mudah diserap): daging merah, hati, ayam, ikan.
  • Zat besi non-heme: kacang-kacangan, sayuran hijau, lentil, biji-bijian.
  • Vitamin C (peningkat penyerapan zat besi): jeruk, stroberi, mangga, paprika.
  • Vitamin B12 & folat sangat penting untuk produksi sel darah merah.

Saat sahur, pilih kombinasi makanan berkarbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau oatmeal), protein, sayuran, dan buah. Ini membantu energi bertahan lebih lama dan mencegah lonjakan gula darah.

Baca Juga: Anti Lemas! Ini Waktu dan Tips Olahraga yang Tepat Saat Puasa Ramadan

Cukupi Hidrasi Tubuh

Dehidrasi dapat memperberat gejala anemia karena darah menjadi lebih kental dan sirkulasi terganggu memicu pusing dan cepat lemas. Strategi minum yang efektif (pola 2-4-2):

  • 2 gelas saat berbuka puasa
  • 4 gelas antara berbuka sampai sebelum tidur
  • 2 gelas saat sahur

Selain air putih, Anda bisa menambah cairan lewat jus buah tanpa gula, air kelapa, atau infused water yang membantu hidrasi dan menyediakan elektrolit ringan.

Atur Pola Sahur dan Berbuka 

Sahur jangan ditinggalkan karena ini adalah waktu penting untuk mengisi energi dan nutrisi tubuh setelah berpuasa. Saat berbuka, mulailah dengan kurma dan air putih, kemudian lanjutkan dengan makanan bergizi secara bertahap agar sistem pencernaan tidak kaget ini dapat mencegah pusing atau mual.

Istirahat dan Pola Tidur yang Cukup

Kurang tidur dan kelelahan bisa memperparah gejala anemia, seperti rasa pusing dan lemas saat berpuasa. Tips tidur sehat:

  • Usahakan total tidur malam minimal 7–8 jam.
  • Jika perlu, tidur siang singkat (20–30 menit) saat sore

Baca Juga: Tips Mudah Khatam Al-Qur’an 30 Juz dalam 30 Hari di Bulan Ramadan

Sesuaikan Aktivitas Fisik

Jika Anda menderita anemia, hindari aktivitas berat di siang hari, terutama saat cuaca panas. Tetapi olahraga ringan seperti jalan santai atau peregangan tetap dianjurkan dapat membantu sirkulasi darah dan mengurangi rasa lemas.

Konsumsi Suplemen jika Diperlukan

Beberapa penderita anemia mungkin memerlukan suplemen zat besi, vitamin B12, atau folat sesuai anjuran dokter untuk mendukung produksi sel darah merah dan energi tubuh. Jangan konsumsi suplemen tanpa konsultasi terlebih dahulu karena dosis dan jenis yang tepat sangat tergantung pada kondisi individual.

Menjalankan puasa saat menderita anemia bukan hal yang mustahil, tetapi sangat penting dilakukan dengan persiapan dan perhatian ekstra terhadap asupan nutrisi, hidrasi, istirahat, dan pengaturan aktivitas. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis jika mengalami gejala yang semakin berat seperti pusing ekstrem, sesak, atau lemah parah.

Baca Juga: 10 Tips Puasa Sehat Agar Tidak Lemas dan Tetap Fit Seharian

Sumber: Berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini