SUKABUMIUPDATE.com - Saat tubuh sedang sakit, banyak orang menyadari berat badan mereka tiba-tiba menurun. Kondisi ini sering terjadi terutama ketika seseorang mengalami sakit perut, flu perut, atau penyakit yang membuat nafsu makan menurun.
Meskipun terlihat mengkhawatirkan, penurunan berat badan saat sakit biasanya bersifat sementara. Namun, penting untuk memahami penyebabnya, risiko yang mungkin timbul, serta kapan harus mencari pertolongan medis.
Mengapa Berat Badan Bisa Turun Saat Sakit
Ketika tubuh diserang virus atau bakteri, sistem kekebalan bekerja lebih keras untuk melawan infeksi. Proses ini dapat memicu berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, atau hilangnya nafsu makan. Pada penyakit seperti gastroenteritis atau flu perut, muntah dan diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat. Kehilangan cairan inilah yang paling sering membuat berat badan turun drastis.
Baca Juga: Tumbler Bebas Bau: 7 Cara Mudah Merawatnya agar Tetap Higienis dan Tahan Lama
Selain itu, beberapa penyakit seperti flu, pilek berat, atau infeksi virus lain dapat mengurangi keinginan untuk makan. Ketika asupan makanan berkurang, tubuh otomatis menggunakan cadangan energi dari cairan dan glikogen, bukan membakar lemak, sehingga angka di timbangan berubah.
Selain itu, penurunan berat badan akibat sakit biasanya hanya berlangsung sementara. Sebagian besar berat yang hilang adalah “berat air”, bukan lemak tubuh. Begitu tubuh pulih dan Anda kembali makan serta minum seperti biasa, berat badan akan naik kembali secara perlahan.
Saat muntah atau diare, tubuh mengosongkan sistem pencernaan dan menyingkirkan cairan untuk melawan infeksi. Begitu Anda kembali mampu menahan makanan dan minuman, cairan tubuh akan pulih dan berat badan kembali normal. Biasanya, proses ini memakan waktu satu hingga beberapa hari setelah gejala mereda.
Namun, bila penurunan berat badan terjadi sangat cepat tanpa alasan jelas, atau berlangsung lebih dari satu minggu, hal ini bisa menjadi tanda penyakit lebih serius seperti masalah pencernaan kronis atau kondisi medis tertentu. Dalam situasi seperti itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan.
Baca Juga: Tahapan Perkembangan Bayi 5 Bulan dan Cara Mendukungnya Agar Optimal
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis
Anda sebaiknya segera mencari bantuan medis bila mengalami:
- Muntah terus-menerus lebih dari 24 jam
- Diare parah yang berlangsung lebih dari beberapa hari
- Tidak mampu menahan cairan sama sekali
- Tanda-tanda dehidrasi sedang hingga berat
- Penurunan berat badan yang cepat tanpa penyebab jelas
Jika seseorang mengalami pingsan atau kehilangan kesadaran akibat dehidrasi, segera cari bantuan darurat dan jangan berusaha memberinya minum secara langsung.
Cara Mencegah Penurunan Berat Badan Saat Sakit
Sebagian besar penyakit seperti flu perut disebabkan oleh virus, sehingga tidak memerlukan antibiotik. Pencegahan menjadi cara terbaik untuk menghindari kondisi yang dapat memicu penurunan berat badan ekstrem. Cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Rajin mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bersentuhan dengan orang sakit
- Menghindari berbagi peralatan makan
- Mencoba minum elektrolit atau air sedikit demi sedikit saat mulai merasa mual
- Mengkonsumsi makanan lembut seperti bubur, roti tawar, atau pisang ketika kondisi mulai membaik
Baca Juga: Mengapa Kepala Bayi Bisa Tampak Lonjong? Penyebab dan Cara Mengembalikannya
Menjaga pola makan dan hidrasi menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan serta mencegah tubuh kehilangan berat badan secara berlebihan.
Sumber: verywellmind





