SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat, Anggi Jingga, berhasil menuntaskan implementasi proyek aksi perubahan bertajuk “Akselerasi Proses Akreditasi Laboratorium Pengujian Alat Mesin Pertanian Melalui Penyusunan Dokumen Sistem Mutu dan Digitalisasi Arsip Terpusat” pada Juli 2026.
Implementasi tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya percepatan akreditasi Laboratorium Pengujian Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) BP Mektan Jabar sesuai standar SNI ISO/IEC 17025:2017. Melalui program tersebut, laboratorium kini telah memiliki dokumen sistem manajemen mutu yang komprehensif serta sistem pengelolaan arsip digital terpusat yang mendukung proses akreditasi secara berkelanjutan.
Anggi Jingga menjelaskan, laboratorium pengujian alsintan memiliki peran strategis dalam menjamin mutu alat dan mesin pertanian yang beredar di masyarakat melalui proses pengujian yang objektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, hingga saat ini laboratorium tersebut belum mengantongi akreditasi sesuai standar ISO/IEC 17025:2017. Di sisi lain, pengelolaan dokumen sistem mutu sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga dinilai belum mampu mendukung proses akreditasi secara optimal.
"Kondisi tersebut menjadi dasar dilaksanakannya aksi perubahan dengan fokus pada penyusunan sistem manajemen mutu laboratorium dan digitalisasi pengelolaan dokumen," ujar Anggi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (18/7/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi masalah menggunakan metode Urgency, Seriousness, dan Growth (USG), isu utama yang menjadi prioritas adalah belum terakreditasinya Laboratorium Pengujian Alsintan BP Mektan.
Analisis lanjutan menggunakan metode fishbone menunjukkan sejumlah faktor penyebab, mulai dari belum tersusunnya dokumen sistem mutu secara lengkap, keterbatasan kompetensi personel terhadap persyaratan ISO/IEC 17025, pengelolaan arsip yang masih berbasis dokumen fisik, keterbatasan audit mutu, hingga belum optimalnya budaya mutu di lingkungan laboratorium.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BP Mektan Jabar menerapkan strategi melalui penyusunan dokumen sistem mutu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan sistem digital dokumentasi, serta penyusunan roadmap percepatan akreditasi laboratorium.
Baca Juga: Pompa 25.000 Liter per Jam, Ini Spesifikasi JINGGA SURYA yang Dikembangkan BP Mektan Jabar
Salah satu inovasi utama yang dihasilkan adalah pengembangan SADASA (Sistem Digital Dokumentasi Akreditasi), sebuah platform pengelolaan dokumen mutu berbasis digital yang memungkinkan seluruh dokumen laboratorium tersimpan secara terpusat, mudah diakses sesuai kewenangan pengguna, dan mendukung pengendalian dokumen serta rekaman mutu secara lebih efektif.
Selain itu, BP Mektan juga mengembangkan program Klinik ISO 17025 Mandiri sebagai sarana peningkatan kompetensi personel melalui pembelajaran internal dan pendampingan, serta menerapkan pendekatan Lean Laboratory Management untuk meningkatkan efisiensi proses pelayanan laboratorium.
Dalam pelaksanaannya, aksi perubahan tersebut berhasil mencapai sejumlah tahapan penting. Diawali dengan pembentukan Tim Efektif Implementasi ISO/IEC 17025:2017 yang dilengkapi pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, dilanjutkan dengan sosialisasi sistem manajemen mutu kepada seluruh personel laboratorium serta pelatihan penggunaan SADASA.
Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan audit internal awal untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi laboratorium dengan persyaratan standar ISO/IEC 17025:2017 sehingga dapat disusun langkah-langkah perbaikan yang diperlukan sebelum proses akreditasi dilaksanakan.
Sebagai bagian dari persiapan akreditasi, BP Mektan juga melakukan konsultasi dan koordinasi teknis dengan Komite Akreditasi Nasional (KAN). Dari hasil konsultasi tersebut kemudian disusun roadmap implementasi akreditasi yang memuat tahapan mulai dari penyusunan dokumen, implementasi sistem mutu, audit internal, uji banding, kalibrasi peralatan, pendaftaran akreditasi hingga pelaksanaan asesmen lapangan.
"Roadmap ini menjadi pedoman dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai target waktu dan memenuhi ketentuan yang berlaku," kata Anggi.
Adapun capaian utama dari aksi perubahan ini adalah tersusunnya dokumen sistem manajemen mutu laboratorium yang mencakup Manual Mutu, Standar Operasional Prosedur (SOP), Instruksi Kerja, serta berbagai formulir rekaman mutu sesuai persyaratan ISO/IEC 17025:2017.
Seluruh dokumen tersebut kini telah terintegrasi ke dalam sistem SADASA sehingga pengelolaan dokumen menjadi lebih tertib, terdokumentasi, mudah ditelusuri, dan mendukung proses pengendalian dokumen secara berkelanjutan.
"Digitalisasi arsip ini menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan efektivitas tata kelola laboratorium sekaligus mempersiapkan laboratorium menghadapi proses asesmen akreditasi oleh KAN," jelas Anggi.
Menurut Anggi, implementasi aksi perubahan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat dan pengguna layanan laboratorium.
Baca Juga: BP Mektan Jabar Latih Calon Operator Mesin Panen Combine Harvester Bantuan Kementan di Bekasi
Dari sisi organisasi, sistem manajemen mutu yang telah tersusun mampu meningkatkan kualitas tata kelola laboratorium, memperkuat akuntabilitas dan kredibilitas pelayanan, meningkatkan efisiensi pengelolaan dokumen, serta mendukung peningkatan kepercayaan pengguna layanan.
"Keberadaan sistem dokumentasi digital juga mempermudah proses pencarian dokumen, pengendalian revisi, dan penyimpanan rekaman mutu sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Di sisi lain, penerapan sistem mutu yang sesuai standar internasional menjadi langkah strategis menuju laboratorium yang terakreditasi secara nasional.," tambahnya.
Sementara bagi masyarakat dan pengguna layanan, laboratorium yang nantinya terakreditasi akan mampu menghasilkan layanan pengujian alat dan mesin pertanian yang lebih akurat, andal, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Laboratorium yang terakreditasi akan memberikan jaminan bahwa proses pengujian dilakukan sesuai standar nasional maupun internasional sehingga meningkatkan kepercayaan produsen alsintan, pemerintah, dan petani terhadap hasil pengujian," ungkap Anggi.
Dalam jangka panjang, lanjut Anggi, kondisi tersebut akan mendukung penggunaan alat dan mesin pertanian yang berkualitas, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat perlindungan terhadap pengguna alsintan, serta berkontribusi pada peningkatan daya saing sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat.
Anggi menegaskan, keberhasilan implementasi aksi perubahan ini menjadi fondasi kuat bagi percepatan proses akreditasi Laboratorium Pengujian Alsintan BP Mektan Jabar.
Melalui sistem mutu yang telah tersusun, penguatan kapasitas SDM, penerapan SADASA, dan dukungan para pemangku kepentingan, laboratorium kini memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memenuhi seluruh persyaratan ISO/IEC 17025:2017.
"Ke depan kami berharap implementasi roadmap akreditasi dapat berjalan sesuai target sehingga laboratorium pengujian alsintan BP Mektan Jabar mampu menjadi laboratorium yang profesional, terpercaya, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas untuk mendukung pengembangan mekanisasi pertanian di Jawa Barat," pungkasnya.














