JINGGA SURYA BP Mektan Jabar Pangkas Biaya Pengairan, Petani Tak Lagi Bergantung BBM

Sukabumiupdate.com
Kamis 25 Jun 2026, 21:56 WIB
JINGGA SURYA BP Mektan Jabar Pangkas Biaya Pengairan, Petani Tak Lagi Bergantung BBM

Inovasi JINGGA SURYA yang dikembangkan BP Mektan Distanhorti Jabar. (Sumber Foto: Dok. BP Mektan Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com – Tingginya biaya operasional menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani dalam kegiatan budidaya. Salah satu pengeluaran terbesar berasal dari kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan pompa air.

Melihat kondisi tersebut, UPTD BP Mektan Distanhorti Jawa Barat mengembangkan JINGGA SURYA sebagai solusi pengairan yang lebih hemat dan efisien.

Kepala UPTD BP Mektan Distanhorti Jawa Barat, Anggi Jingga, mengatakan pemanfaatan energi matahari memberikan banyak keuntungan bagi petani karena tidak memerlukan biaya pembelian bahan bakar selama proses pengairan berlangsung.

“Energi matahari tersedia setiap hari dan dapat dimanfaatkan secara gratis. Ini menjadi keunggulan utama dibanding sistem yang masih bergantung pada BBM,” ujarnya.

Dalam laporan KIJB 2026 disebutkan penggunaan JINGGA SURYA mampu memberikan penghematan biaya operasional karena tidak membutuhkan bahan bakar minyak selama pengoperasian. Selain itu, penggunaan elektro motor mengurangi kebutuhan perawatan rutin seperti penggantian oli dan komponen mesin pembakaran.

Dari sisi ekonomi, kondisi tersebut membuat biaya usaha tani menjadi lebih efisien. Petani tidak hanya mengurangi pengeluaran untuk BBM, tetapi juga menekan biaya perawatan mesin dalam jangka panjang.

Keuntungan lain adalah meningkatnya kemandirian energi. Petani tidak lagi bergantung pada distribusi bahan bakar maupun jaringan listrik untuk mengoperasikan sistem pengairan.

Menurut Anggi, konsep tersebut sangat relevan diterapkan pada wilayah pedesaan yang memiliki akses energi terbatas namun memiliki potensi sinar matahari melimpah.

Penerapan JINGGA SURYA di sejumlah wilayah Jawa Barat menunjukkan hasil yang positif. Selain mengurangi biaya pengairan, teknologi tersebut juga membantu menjaga ketersediaan air sehingga aktivitas pertanian dapat berlangsung lebih optimal.

Dalam jangka panjang, efisiensi biaya diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan keluarga mereka. (adv)

Berita Terkini