SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Kali ini, sekitar 4 hektare lahan perkebunan jati milik PT KJE di Kampung Cikopeng RT 05/17, Desa Cidadap, ludes terbakar pada Jumat (4/9/2026) malam.
Laporan pertama kali diterima petugas sekitar pukul 18.15 WIB. Hingga Jumat malam, titik api dilaporkan masih berkobar dan mengancam permukiman warga yang berjarak hanya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengonfirmasi bahwa tim gabungan masih siaga penuh di lokasi guna membendung perambatan api.
"Tim masih standby di lokasi, kondisi api masih menyala dan titik api masih terlihat,” kata Dandi kepada sukabumiupdate.com, Jumat malam.
Baca Juga: Karhutla di Sangrawayang Sukabumi 2 Hari Belum Padam, 9 Hektare Lahan Hangus
Dandi mengungkapkan, dugaan sementara memicu munculnya titik api berasal dari ulah oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja melakukan pembakaran liar di area vegetasi kering.
“Penyebab kejadian diduga adanya tangan jahil yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Proses pemadaman dan pemantauan di lokasi melibatkan unsur gabungan dari Pos Damkar Kabupaten Sukabumi, BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat Desa Cidadap.
Peristiwa di Desa Cidadap ini menambah rentetan kasus karhutla di Kecamatan Simpenan dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, karhutla hebat melanda Kampung Pamipiran RT 01/04, Desa Sangrawayang pada Selasa (1/9/2026) malam dan sempat menyala kembali pada Rabu (2/9/2026).
Dandi menyebutkan bahwa hingga Jumat malam, sisa-sisa bara api di lokasi kebakaran Desa Sangrawayang masih terpantau memercik.
"Di Sangrawayang hari ini masih ada sisa bara api yang menyala kembali, walau skalanya kecil. Kami minta masyarakat Simpenan tetap waspada dan tidak membakar lahan sembarangan," pungkasnya.















