SUKABUMIUPDATE.com - Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dan Pusat Riset Budidaya Air Tawar (PRBAT)-BRIN melanjutkan kerjasama pengembangan teknologi Aquaponik berbasis bakteri indigeneus.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Ketua Umum Intani Guntur Subagja M dengan Kepala PRBAT-BRIN Dr.rer.nat. Fahrurrozi, MSi di KST Soekarno, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026).
"Melalui kerjasama pengembangan teknologi Aquaponik ini salah satu implementasi agar outcame kegiatan BRIN memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ini kerjasama lanjutan antara kami dengan Intani," ujar Dr.rer.nat. Fahrurrozi, MSi.
Senada, Ketua Umum Intani Guntur Subagja mengatakan melalui kerjasama ini pihaknya menerapkan hasil pengembangan teknologi aquaponik ini bagi masyarakat. Terutama mendukung program ketahanan berbasis usaha rumah tangga dan urban farming.
Baca Juga: 9 Rekomendasi Tempat untuk Berburu Baju Dulag di Sukabumi, Banyak Pilihan!
"Teknologi aquaponik yang dikembangan ini adalah sistem integrated farming yang memiliki skala usaha rumah tangga maupun UMKM serta cocok untuk urban farming karena tidak membutuhkan lahan yang luas," ujar Guntur.
Sedang Dr. Bambang Widyo Saputro, MSi peneliti BRIN dan juga Ketua Tim mengungkapkan setelah melakukan pengembangan dua tahun dihasilkan teknologi aquaponik modern berbasis bakteri indigeneus. Bakteri inilah yang menjadi unsur penting dalam budidaya integrasi ikan air tawar dengan sayuran dalam teknologi aquaponik modern ini.(*)



