Respons Protes Siswa SD di Warungkiara, Dinas PU Sukabumi Ungkap Rencana Perbaikan Jalan Rp700 Juta

Sukabumiupdate.com
Selasa 10 Feb 2026, 19:38 WIB
Respons Protes Siswa SD di Warungkiara, Dinas PU Sukabumi Ungkap Rencana Perbaikan Jalan Rp700 Juta

Para pelajar SDN Sukamukti Kabupaten Sukabumi saat berangkat ke sekolah melintasi jalan berlumpur | Foto : dok. warga

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi merespons kondisi jalan rusak parah di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara yang viral setelah sejumlah siswa SD melakukan aksi protes melalui poster bertuliskan, “Kami Lebih Butuh Jalan daripada Makan Bergizi Gratis (MBG)”.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, memastikan penanganan ruas tersebut akan diupayakan terealisasi pada anggaran tahun ini. Jalan yang dikeluhkan warga merupakan bagian dari Ruas Bagbagan–Mekarasih dengan total panjang 23,8 kilometer berdasarkan SK Bupati.

"Ruas jalan tersebut berdasarkan SK Bupati memiliki panjang 23,8 kilometer. Adapun titik kerusakan yang viral dan akan kita tangani berada di Station (Sta) 13.800 sampai dengan Station 14.200," kata Uus kepada sukabumiupdate.com, Selasa (10/2/2026).

Menurut Uus, segmen tersebut membutuhkan penanganan teknis khusus karena berada di area tebing dengan kondisi tanah yang labil. Untuk itu, Dinas PU telah menyiapkan konstruksi penguatan tebing guna mencegah longsor susulan.

“Rencana teknisnya, di sebelah kiri akan dipasang bangunan pelengkap bronjong. Sedangkan di sebelah kanan akan dibangun pasangan batu TPT (Tembok Penahan Tanah) serta selokan tembok untuk drainase,” jelasnya.

Baca Juga: Jembatan Cikaso Dikhawatirkan Warga, Dinas PU Sukabumi Pastikan Pemeliharaan Tahun Ini

Selain penguatan struktur tebing, perbaikan juga akan menyasar badan jalan dan sistem drainase yang selama ini menjadi penyebab utama jalan berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun.

“Untuk crossing saluran drainase akan dipasang dua unit plat beton. Badan jalan akan dibangun dengan konstruksi lengkap, mulai dari pondasi bawah, pondasi atas, hingga lapis permukaan yang kedap air,” kata Uus.

Untuk merealisasikan perbaikan di segmen tersebut, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp700 juta. Uus mengungkapkan bahwa usulan perbaikan sebenarnya telah masuk sejak tahun 2023, namun keterbatasan anggaran membuat penanganannya tertunda.

“Perkiraan biaya untuk segmen tersebut mencapai kurang lebih Rp700 juta. Usulan sebenarnya sudah masuk sejak tahun 2023, hanya karena kondisi anggaran terbatas jadi belum bisa ditangani saat itu,” pungkasnya.

Baca Juga: Pelajar SD di Warungkiara Tembus Lumpur 1 Km Demi Sekolah: Kami Butuh Jalan, Bukan MBG

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pelajar di wilayah Kecamatan Warungkiara harus berjuang ekstra untuk sampai ke sekolah. Kondisi jalan yang rusak parah dan dipenuhi lumpur tebal membuat aktivitas belajar mereka terhambat, terutama saat musim hujan.

Fenomena ini terjadi di Kampung Babakan RT 03/04, Desa Mekarjaya. Dalam video yang beredar, tampak pelajar SDN Sukamukti harus berjalan kaki melintasi lumpur yang sulit dilalui kendaraan. Tak hanya video, sebuah foto anak sekolah membawa poster bertuliskan kritik tajam terhadap program pemerintah juga menarik perhatian publik.

Berita Terkait
Berita Terkini