SUKABUMIUPDATE.com - Liverpool harus puas ditahan imbang Tottenham Hotspurs 1-1 pekan ke-30 Liga Inggris pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 23.30 WIB, di Stadion Anfield. Sempat unggul melalui tendangan bebas Dominik Szoboszlai, gol Richarlison di akhir laga memaksa pertandingan berakhir imbang.
Setelah laga usai Szoboszlai memberikan keterangan jika merasa kecewa dengan hasil akhir dan tak mengetahui apa yang terjadi seolah tak percaya dengan hasil akhir yang diraih. “Ya, ini (kekecewaan besar) Saya tidak tahu apa yang terjadi, sejujurnya, benar-benar tidak ada yang bisa dikatakan. Sekali lagi di menit terakhir, saya tidak tahu berapa kali itu terjadi di musim ini. Sungguh, aku tidak tahu harus berkata apa. Kita harus bangun.” ujarnya dilansir dari espn.
Baca Juga: MA Tolak Kasasi, Nikita Mirzani Tetap Jalani Hukuman 6 Tahun Penjara
Kendati demikian, pemain asal Hungaria tersebut memuji permainan timnya di babak pertama saat mengendalikan jalannya pertandingan. “Saya pikir di babak pertama kami bermain sangat baik. Kami mengendalikan seluruh pertandingan, saya kira mereka hampir tidak menciptakan peluang. Namun pada babak kedua kami lengah,” tambahnya.
Hasil tersebut membuat Liverpool naik satu peringkat, menggeser Chelsea yang harus mengakui keunggulan Newcastle United 1-0 pada pekan ini.
“Kami harus berjuang untuk satu sama lain, kami harus berjuang untuk klub, karena semua orang ingin bermain di Liga Champions musim depan.” tutup Szoboszlai
Baca Juga: Golongan Orang yang Tidak Bisa Ditembus Iblis, Apa Kamu Termasuk?
Di sisi lain, Arne Slot memberikan penilaian terhadap kinerja anak asuhnya bahwa banyak peluang yang gagal dimaksimalkan dengan baik serta banyak momen yang terbuang. “Dalam sebagian besar pertandingan bahwa kami adalah tim yang lebih baik, saya pikir itu adalah momen di mana Anda harus mencetak gol kedua. Saya pikir kami memiliki momen untuk melakukannya cukup banyak dan di bagian pertandingan di mana itu lebih setara 15 hingga 20 menit terakhir,” ujarnya.
Selain itu, Slot mengatakan bahwa dirinya merasa malu karena tak mampu mencetak gol kedua, yang sebenarnya banyak momen yang terbuang. Saya merasa hal itu terjadi karena kami tidak mampu mencetak gol kedua, yang sebenarnya bisa mematahkan momentum tim lawan. Selama skor masih 1-0, situasinya tentu cukup wajar jika pelatih lawan melakukan perubahan taktik dengan memasukkan pemain yang lebih menyerang, bermain lebih langsung, dan mengambil risiko yang lebih besar,” tambahnya.
Sumber: espn.com





