ESDM Tetapkan Ormat Menang WKP Telaga Ranu, Afiliasi Israel Tuai Sorotan

Sukabumiupdate.com
Kamis 19 Feb 2026, 10:32 WIB
ESDM Tetapkan Ormat Menang WKP Telaga Ranu, Afiliasi Israel Tuai Sorotan

Ilustrasi perusahaan apiliasi Israel memenangkan lelang proyek Geothermal Telaga Ranu melalui keputusan Kementerian ESDM. (Sumber: Ilustrasi AI)

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026.

Keputusan tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi pada Rabu, 12 Februari 2026. Dalam aturan itu, pemenang lelang diwajibkan membayar harga dasar data wilayah kerja sebagai penerimaan negara bukan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga harus menempatkan Komitmen Eksplorasi pada bank milik negara.

“Dalam hal pemenang lelang tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan gugur dan peringkat selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang lelang,” tulis keputusan tersebut.

Baca Juga: Distanhorti Jabar Gelar Forum Perangkat Daerah, Bahas Akselerasi Pertanian Istimewa

Keputusan tersebut juga mengatur bahwa pemenang lelang yang berbentuk badan usaha dan belum secara khusus dibentuk untuk mengelola wilayah kerja yang dimenangkan, wajib mendirikan badan usaha baru atau menyesuaikan akta pendirian perusahaan.

Berdasarkan informasi di laman resminya, PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan bagian dari Ormat Technologies Inc., perusahaan energi panas bumi global yang didirikan pada 1965 di Yavne, Israel. Perusahaan ini awalnya bergerak di bidang teknologi turbin sebelum berkembang menjadi salah satu pemain utama di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi.

Ormat tercatat di Bursa Efek Tel Aviv sejak 1991 dan melantai di New York Stock Exchange (NYSE) pada 2004 dengan kode saham ORA. Perusahaan tersebut telah merancang, membangun, dan mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi di berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Kenya, Guatemala, Honduras, dan Guadeloupe.

Baca Juga: 10 Tips Puasa Sehat Agar Tidak Lemas dan Tetap Fit Seharian

Di Indonesia, Ormat sebelumnya terlibat dalam pengembangan PLTP Ijen di Jawa Timur bersama anak usaha Medco Power yang kini telah beroperasi secara komersial. Selain itu, perusahaan ini juga berpartisipasi dalam proyek PLTP Sarulla di Sumatera Utara yang dikelola Sarulla Operation Ltd., konsorsium yang terdiri dari PT Medco Power Indonesia, INPEX Corporation, Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co., dan Ormat Technologies, Inc.

Penetapan perusahaan yang memiliki akar dari Israel tersebut menuai sorotan. Center of Economic and Law Studies (Celios) menyayangkan keputusan pemerintah tersebut.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai keterlibatan perusahaan tersebut berpotensi memengaruhi posisi moral Indonesia di tingkat internasional.

Baca Juga: Musrenbang 47 Kecamatan Rampung, Bapperida Sukabumi Catat 1.732 Usulan Prioritas

“Ini bukan sekadar bisnis energi, tapi sebagai aliran keuntungan bagi Israel, negara yang tidak pernah mengakui kemerdekaan Palestina,” kata Bhima dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026.

Hingga berita ini diturunkan, Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi terkait kritik terhadap penetapan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang WKP Telaga Ranu.

Sumber: Tempo.co

Berita Terkait
Berita Terkini