SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menjawab soal kelangsungan Program Pemberdayaan Rukun Warga atau P2RW, yang dipertanyakan oleh sejumlah Ketua RT dan RW beberapa waktu lalu. Keberlanjutan program ini sangat tergantung dari ketersedian anggaran, untuk tahun 2026 dana Transfer Ke Daerah atau TKD dari pemerintah pusat menjadi kunci.
Hal tersebut diungkan Ayep Zaki kepada awak media, merespons aspirasi dan tuntutan, yang disampaikan oleh para ketua RT dan RW se – Kota Sukabumi terkait keberlanjutan P2RW. Ia menyampaikan pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat melalui P2RW. Namun penganggaran P2RW tahun ini terkendala penyesuaian alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang berdampak pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Setelah berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, disepakati bahwa P2RW tetap akan dijalankan. Ia menegaskan bahwa jika P2RW belum masuk ke dalam APBD murni, maka akan dianggarkan melalui mekanisme APBD Perubahan.
Baca Juga: Persib Bandung di Ambang Juara, Bojan Hodak Enggan Bahas Perayaan
“Kita tunggu TKD. Sampai hari ini belum ada informasi pasti. Saya minta kepada Sekretaris Daerah sekarang segera kirim surat, dan saya pun akan segera datang ke Kementerian Keuangan, untuk menanyakan kepastian TKD,” jelasnya di Balai Kota Sukabumi, Kamis 21 Mei 2026, .
Penyesuaian alokasi dana TKD ini berdampak pula pada penundaan beberapa program pemerintah daerah, lanjut Ayep Zaki. “Pemotongan (TKD) itu mencapai Rp159 miliar”.
Adapun terkait pengelolaan dana kelurahan, Ayep Zaki menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan intervensi, dan menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada pihak kelurahan. “Dana kelurahan itu sudah ada aturannya, saya tidak pernah intervensi,”ujarnya dilansir dari Portal Pemkot Sukabumi.
Baca Juga: 9 WNI yang Ditahan Israel Bebas, KJRI Istanbul: Ada yang Ditendang, Dipukul dan Disetrum
Sedangkan mengenai insentif bagi RT dan RW, diakuinya memang ada keterlambatan, namun hal ini akan diselesaikan dalam waktu dekat. Ia pun menyatakan bahwa dirinya membuka ruang dialog terbuka bagi semua pihak.
“Saya sangat terbuka dengan kritik apapun. Tapi dasarnya bukan ujaran kebencian, iri dengki atau caci maki, dan bukan ingin menjatuhkan,” pungkasnya.




