SUKABUMIUPDATE.com - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan disebut sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh. Namun, sebagian wanita mungkin merasa sedih ketika datang bulan atau haid menjelang Idul Adha karena tidak bisa melaksanakan beberapa ibadah tertentu seperti shalat dan puasa sunnah.
Padahal, wanita haid tetap memiliki banyak kesempatan untuk meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada berbagai amalan yang tetap bisa dilakukan selama bulan Dzulhijjah meski sedang berhalangan.
1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Wanita haid tetap dianjurkan memperbanyak dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istighfar. Terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan mengumandangkan takbir untuk mengagungkan Allah SWT.
Dzikir menjadi amalan ringan namun memiliki keutamaan besar, terutama di hari-hari mulia Dzulhijjah.
Baca Juga: Cara Mengenali Orang yang Tertekan dari Rutinitas Paginya
2. Membaca Al-Qur’an Melalui Ponsel atau dari Hafalan
Mengenai hukum membaca Al-Qur’an saat haid, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Sebagian ulama membolehkan wanita haid membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf secara langsung, termasuk melalui aplikasi digital di ponsel.
Pendapat ini didasarkan karena tidak terdapat hadis sahih yang secara tegas melarang wanita haid membaca Al-Qur’an. Salah satu hadis yang sering dijadikan dasar larangan dinilai berstatus lemah (dhaif) oleh sebagian ulama.
Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa wanita haid tetap diperbolehkan berdzikir, berdoa, dan membaca ayat Al-Qur’an dari hafalan atau media digital tanpa menyentuh mushaf fisik secara langsung.
Namun karena adanya perbedaan pendapat, setiap Muslimah dianjurkan mengikuti pendapat ulama atau mazhab yang diyakini.
3. Mendengarkan Murottal Al-Qur’an
Selain membaca, wanita haid juga dapat mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an atau murottal. Amalan ini dapat membantu menenangkan hati sekaligus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an selama masa haid.
4. Memperbanyak Doa
Hari-hari pertama Dzulhijjah, terutama Hari Arafah, menjadi waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa. Wanita haid tetap bisa memanjatkan doa kapan saja dan memohon ampunan, rezeki, kesehatan, maupun kemudahan hidup kepada Allah SWT.
5. Bersedekah dan Membantu Sesama
Sedekah menjadi salah satu amalan utama di bulan Dzulhijjah. Wanita haid tetap bisa bersedekah, membantu keluarga, menyediakan makanan, atau berbagi kepada orang yang membutuhkan.
Amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas tetap bernilai besar di sisi Allah SWT.
Baca Juga: Tidak Semua Orang Cocok, Pengidap Penyakit Ini Perlu Membatasi Konsumsi Daging Kambing
6. Menghadiri Sholat Idul Adha
Wanita haid juga dianjurkan untuk menghadiri pelaksanaan salat Idul Adha untuk mendengarkan khutbah dan meramaikan syiar Islam, meskipun tidak ikut melaksanakan salat.
Hal ini sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulullah SAW, di mana wanita haid tetap hadir di tempat pelaksanaan salat Id namun berada terpisah dari area salat.
7. Memperbanyak Istighfar dan Muhasabah Diri
Bulan Dzulhijjah juga menjadi momen yang baik untuk memperbanyak istighfar, introspeksi diri, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
Wanita haid tetap dapat mengisi hari-hari mulia ini dengan ibadah hati dan amal kebaikan lainnya.
Haid bukan penghalang untuk tetap beribadah dan meraih pahala di bulan Dzulhijjah. Meski tidak dapat menjalankan salat dan puasa, masih banyak amalan yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang Idul Adha.
Dengan memperbanyak dzikir, doa, sedekah, hingga membaca Al-Qur’an melalui media digital sesuai pendapat ulama yang membolehkan, wanita haid tetap dapat memaksimalkan keberkahan di hari-hari istimewa Dzulhijjah.
Baca Juga: Diduga Rem Blong, Sopir Truk Tewas Usai Kecelakaan di Jalan Raya Gekbrong–Sukabumi
Sumber: Baznas



