SUKABUMIUPDATE.com - Tak pernah bermimpi bisa menginjakkan kaki ke Tanah Suci, Suherdi, Kepala Dusun (Kadus) Cidahon, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mendapat kesempatan umrah setelah namanya terpilih sebagai salah satu pemenang dalam Gebyar Sipenyu III. Program apresiasi dari Bapenda Kabupaten Sukabumi atas raihan pajak dengan membagikan 7 paket umroh dan 10 unit motor, Selasa (8/9/2026).
Bagi Suherdi, hadiah tersebut bukan sekadar penghargaan. Umrah merupakan impian yang selama ini sangat ingin diwujudkannya bersama keluarga.
Pria yang sehari-hari juga menjalankan usaha kecil-kecilan sebagai reseller Wi-Fi itu mengaku sama sekali tidak menyangka bakal mendapatkan paket umrah. "Enggak mimpi, enggak nyangka. Pokoknya ini kejutan besar di tahun ini. Alhamdulillah," ujar Suherdi.
Baca Juga: BPR Sukabumi Cibadak Fokus Jaga Kualitas Kredit di Tengah Tantangan Ekonomi
Suherdi menjadi salah satu penerima hadiah umrah karena dinilai berhasil memenuhi kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Mekarsakti.
Menariknya, dua hari sebelum pengundian Gebyar Sipenyu, Suherdi sempat menghadiri pengajian Maulid Nabi di kampungnya. Saat itu, ia yang bertugas memberikan sambutan menyempatkan diri meminta doa kepada para kiai agar diberikan kelancaran dan keberkahan.
"Saya sebagai Kadus Cidahon mengisi sambutan dan alhamdulillah saya meminta doa restu kepada para kiai di sana, supaya diberikan doa untuk mendapatkan undian ini," katanya.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Sebarkan Abu Vulkanik, Bergerak hingga Selatan dan Barat Laut
Doa tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Nama Suherdi keluar sebagai salah satu penerima paket umrah. "Alhamdulillah, doa dari para kiai dan Allah meridhoi. Saya terpilih menjadi pemenang undian umrah tahun ini," ucapnya.
Kebahagiaan Suherdi semakin lengkap karena ia memiliki keluarga yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Ia dikaruniai dua anak, sementara istrinya sehari-hari merupakan ibu rumah tangga.
Dengan mata pencaharian sebagai Kadus dan usaha sampingan sebagai reseller Wi-Fi, Suherdi mengaku kesempatan menuju Tanah Suci menjadi sesuatu yang sangat berarti. "Saat ini alhamdulillah saya sangat bahagia sekali. Mungkin ini mimpi atau impian saya yang sangat-sangat saya inginkan ke Tanah Suci," tuturnya.
Baca Juga: Naik Speedboat Menuju Anak Krakatau, Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Ia pun bersyukur impian tersebut datang melalui jalan yang tidak pernah disangkanya, yakni dari apresiasi atas kepatuhannya dalam melunasi PBB. "Alhamdulillah melalui jalan pelunasan PBB ini saya diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah," pungkasnya.
Sebelumnya, Gebyar Sipenyu III digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di GOR Venue Tinju Palabuhanratu, Selasa (8/9/2026).
Gebyar Sipenyu merupakan akronim dari Gerakan Sadar Membayar Pajak dan Retribusi Melalui Pelayanan Rakyat Terpadu. Program tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat dan berbagai pihak yang dinilai berkontribusi dalam penerimaan pajak daerah.
Baca Juga: 3 Doa yang Bisa Diamalkan Ketika Sedang Banyak Pikiran Agar Lebih Tenang dan Tidak Cemas
Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri mengatakan, peningkatan kesadaran masyarakat membayar pajak turut mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya berada di kisaran Rp600 miliar kini hampir menembus Rp900 miliar.
"Sekarang sudah hampir mencapai Rp900 miliar. Artinya ada peningkatan sampai Rp300 miliar lebih, dengan opsen," kata Herdy.
Pada Gebyar Sipenyu tahun ketiga ini, Bapenda menyiapkan 10 unit sepeda motor serta tujuh paket umrah. Empat paket umrah diperuntukkan bagi masyarakat wajib pajak, sedangkan tiga lainnya diberikan kepada kepala desa.
Baca Juga: Jelang Persib vs Persija, Balsa Sekulic Bawa Modal Positif dari Laga Lawan PSM Makassar
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada desa yang dinilai cepat memenuhi target pembayaran pajak serta sejumlah mitra yang berkontribusi terhadap penerimaan daerah. Herdy berharap Gebyar Sipenyu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin tertib memenuhi kewajiban pajak.
"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat untuk membayar pajak lebih aktif lagi," pungkasnya. (*)















