SUKABUMIUPDATE.com - Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat terus mendorong penguatan tata kelola laboratorium pengujian alat dan mesin pertanian (Alsintan) melalui inovasi berbasis digital dan sistem mutu terintegrasi.
Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi PKA Angkatan I Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar, Cimahi, Selasa (26/5/2026).
Dalam seminar tersebut, Kepala BP Mektan Anggi Jingga mempresentasikan proyek aksi perubahan bertajuk “Akselerasi Proses Akreditasi Laboratorium Pengujian Alat Mesin Pertanian Melalui Penyusunan Dokumen Sistem Mutu dan Digitalisasi Arsip Terpusat.”
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola laboratorium pengujian Alsintan agar lebih profesional, tertib administrasi, serta mampu memenuhi standar akreditasi secara optimal.
Baca Juga: Apel Pagi BP Mektan Jabar: Pegawai Diminta Kebut Target Pembangunan Lab Pengujian Alsintan
Selain BP Mektan, seminar juga menghadirkan Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Jabar yang mengusung aksi perubahan bertema “Peningkatan Kinerja Layanan Melalui Pembangunan Aplikasi Layanan Sertifikat Kompetensi Produsen dan Pengedar Benih Hortikultura (SIKOPI HORTI) di Jawa Barat.”
Aplikasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kemudahan pelayanan sertifikasi bagi produsen maupun pengedar benih hortikultura melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kepala Distanhorti Jabar Dadan Hidayat selaku mentor menyampaikan bahwa proyek aksi perubahan dari kedua UPTD tersebut merupakan bentuk komitmen dalam mendorong inovasi pelayanan publik dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan UPTD Distanhorti Jabar.
Ia berharap seluruh rancangan aksi perubahan yang disusun dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, inovasi ini menjadi bagian dari transformasi birokrasi yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya. (adv)





