BP Mektan Jabar Dorong Adopsi Teknologi Drone Pertanian di Jawa Barat

Sukabumiupdate.com
Selasa 26 Mei 2026, 09:30 WIB
BP Mektan Jabar Dorong Adopsi Teknologi Drone Pertanian di Jawa Barat

UPTD BP Mektan Jabar demonstrasikan penggunaan drone pertanian di Bojongpicung Cianjur Rabu (20/5/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Langkah konkret menuju era pertanian modern terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar, sebuah proyek percontohan (pilot project) pemanfaatan teknologi kedirgantaraan resmi didemonstrasikan di lapangan.

BP Mektan Jabar sukses melaksanakan uji coba penyemprotan pupuk dan pestisida menggunakan drone pertanian (drone sprayer) di lahan Balai Benih Padi dan Palawija Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Rabu (20/5/2026).

Ketua Tim Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) UPTD BP Mektan Jabar, Tatang Sulaiman, menjelaskan bahwa demonstrasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi visual secara langsung kepada para petani mengenai efisiensi mekanisasi pertanian berbasis digital.

Baca Juga: Nyate Saat Idul Adha, Intip 8 Manfaat Daging Kambing yang Jarang Diketahui

“Kami ingin para petani melihat dan merasakan langsung manifes teknologi ini. Harapannya, kegiatan ini mampu mendorong percepatan adopsi teknologi pertanian modern yang jauh lebih efektif, efisien, dan aman di seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Tatang dalam keterangannya.

Empat Keunggulan Utama Drone Pertanian

Penerapan drone pertanian diproyeksikan menjadi solusi jitu dalam mengatasi berbagai problematika pertanian klasik, seperti kelangkaan tenaga kerja dan tingginya biaya produksi. Berdasarkan hasil uji klinis lapangan, terdapat empat keunggulan utama dari adopsi teknologi ini:

1.Efisiensi Waktu dan Tenaga

Pekerjaan penyemprotan yang biasanya membutuhkan waktu berjam-jam hingga seharian dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Hal ini membantu menekan kebutuhan tenaga kerja serta meningkatkan efisiensi operasional usaha tani.

Baca Juga: Setelah Bojan Hodak, Kini Federico Barba Tinggalkan Persib Bandung ?

2.Pertanian Presisi (Precision Farming)

Drone dilengkapi teknologi GPS dan sistem penyemprotan presisi sehingga pupuk cair maupun pestisida dapat tersebar lebih merata. Ukuran butiran semprot (droplet) yang halus membantu penyerapan oleh tanaman menjadi lebih optimal serta mengurangi pemborosan bahan.

3.Keamanan Kerja Lebih Baik

Petani tidak perlu membawa tangki berat atau berjalan langsung di area yang telah disemprot bahan kimia. Risiko paparan pestisida serta potensi gangguan kesehatan dapat diminimalkan.

4.Fleksibel di Berbagai Kondisi Lahan

Drone sangat efektif digunakan pada lahan dengan akses terbatas, kontur sulit, maupun tanaman yang sudah tinggi seperti jagung dan tebu, sehingga pekerjaan budidaya tetap dapat dilakukan secara optimal.

Melalui kegiatan ini, UPTD BP Mektan Jabar terus mendorong transformasi menuju pertanian modern, maju, efisien, dan berbasis teknologi untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Jawa Barat. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini