SUKABUMIUPDATE.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat bergerak cepat merespons video viral perburuan satwa langka di kawasan Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang. Sebanyak lima orang terduga pemburu Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) berhasil diringkus pada Senin malam, 26 Januari 2026.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, mengonfirmasi penangkapan tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan serangkaian penyelidikan mendalam di lapangan.
“Setelah dapat informasi, langsung melakukan rangkaian penyelidikan. Tadi malam kami sudah mengamankan lima orang,” kata Rudi di Kota Bandung, Selasa (27/1/2026).
Saat ini, kelima terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jabar. Jika terbukti melakukan perburuan terhadap satwa yang dilindungi tersebut, polisi memastikan akan memproses hukum secara tegas.
“Tentu kami proses. Kami kenakan UU Lingkungan Hidup dan lainnya. Untuk ancaman pidananya, kami lihat nanti,” ujar Rudi.
Baca Juga: Viral Video Macan Tutul Jawa di Gunung Salak Sukabumi, Ini Kata Kares Kawah Ratu
Ia juga menekankan bahwa Polda Jabar berkomitmen penuh dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan dan tidak akan memberi ruang bagi perusak lingkungan maupun pemburu liar.
“Tentunya yang penting bagaimana kita semua menjaga dan melestarikan alam. Sehingga, tidak ada lagi upaya yang menggangu ekosistem hutan. Kami mengupayakan itu," tandas Kapolda.
Berawal dari Video Viral Macan Tutul Pincang
Kasus ini mencuat setelah video hasil rekaman kamera trap milik tim Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seekor Macan Tutul Jawa berjalan pincang di lereng timur Gunung Sanggabuana.
Baca Juga: Predator Dilindungi! Dua Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera di TNGGP
Tak lama kemudian, muncul rekaman lain yang memperlihatkan sekelompok orang membawa senapan laras panjang dan beberapa ekor anjing pemburu di kawasan yang sama.
Merespons video itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Mantan Bupati Purwakarta ini menilai aksi penembakan terhadap macan tutul tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan di kawasan konservasi.
Dedi bahkan menyerahkan langsung bukti video tersebut kepada pihak kepolisian untuk mempercepat proses hukum.
"Kan sudah ada tayangan videonya. Nah tayangan videonya nanti akan saya sampaikan ke Pak Kapolda. Saya yakin Pak Kapolda Jabar itu cukup waktu 1x24 jam itu selesai," ujar Dedi.





