SUKABUMIUPDATE.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) mengungkap alasan dirinya belum menikah lagi usai bercerai. Hal tersebut disampaikannya dalam podcast bertajuk “2026 Kang Dedi Siap Melepas Masa Lajang?” yang tayang di kanal YouTube @Hengki Kurniawan Official, seperti disaksikan Sukabumiupdate.com, Jumat (2/1/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Dedi Mulyadi mengaku masih memilih menjalani kehidupan sebagai duda. Ia menilai kondisi saat ini masih terasa nyaman baginya.
“Kayaknya saya masih menduda deh. Lebih nyaman dengan kondisi sekarang,” ujar KDM menjawab sorotan publik terhadap kehidupan pribadinya.
Meski demikian, KDM menegaskan bahwa dirinya bukan tidak memiliki keinginan untuk menikah lagi. Ia mengungkapkan, alasan utama belum kembali berumah tangga adalah karena ingin menjaga perasaan putri semata wayangnya, Ni Hyang Ayu, yang masih berusia dini.
“Saya nunggu Ni Hyang Ayu gede. Tahun depan usianya tujuh tahun, belum cukup umur untuk melihat ayahnya bersama yang lain. Dia memiliki ayahnya, dan ayahnya tidak boleh dimiliki orang lain. Saya harus jaga perasaan dia,” tutur Dedi.
Baca Juga: Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Sebut Nama Jokowi soal Digitalisasi Pendidikan
Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek psikologis sang anak yang masih memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan dirinya. Ia pun membuka kemungkinan untuk menikah kembali setelah putrinya lebih siap secara mental.
“Mungkin kalau dia sudah umur sembilan tahun atau sudah kelas 5 SD,” tambahnya.
Dedi juga secara terbuka mengakui bahwa sebagai manusia, keinginan untuk kembali berkeluarga tetap ada. Namun, ia memilih untuk menahan diri demi kepentingan anaknya.
“Pengen punya istri lagi, tetapi (saat ini) harus mempertimbangkan bahwa anak saya itu nyata, istri itu ilusi,” ujarnya sambil tertawa.
Singgung Kedekatan dengan Dua Tokoh Perempuan
Dalam podcast tersebut, KDM turut menyinggung kedekatannya dengan sejumlah tokoh perempuan yang kerap dikaitkan dengannya. Salah satunya adalah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, yang disebutnya sebagai sahabat dekat.
Diketahui, Sherly Tjoanda sempat berkunjung ke kediaman KDM di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat, pada 8 Juni 2025. Momen tersebut memicu warganet menjodohkan keduanya karena sama-sama berstatus lajang dan menjabat sebagai gubernur.
“Bu Sherly itu teman baik saya sebagai gubernur. Dia perempuan yang cerdas dan mampu melewati masa-masa kritis hidupnya,” ujar Dedi, seraya memuji ketangguhan Sherly yang tetap melanjutkan perjuangan politik usai kepergian suaminya.
Baca Juga: Hati-Hati! Bahaya dan Dampak Pestisida Jika Ikut Termakan
Saat ditanya apakah Sherly merupakan sosok yang cocok menjadi pendamping hidupnya, KDM menjawab dengan diplomatis. Ia hanya menyebut Sherly sebagai sosok istri yang baik, setia, serta pemimpin yang berhasil.
Selain itu, Dedi juga menyinggung pertemuannya dengan anggota parlemen Malaysia, Young Syefura Othman atau yang akrab disapa Rara. Menurutnya, secara karakter, Rara memiliki sejumlah kesamaan dengan dirinya dan juga dengan putrinya, Ni Hyang Ayu.
Young Syefura Othman juga sempat menjadi perbincangan warganet setelah berkunjung ke Lembur Pakuan pada 10 Desember 2025. Ia kerap dijodohkan dengan KDM dan dinilai cocok menjadi figur Ibu PKK Jawa Barat.
“Dari sisi karakter sama, senang keliling, sering bertemu warga, terbuka, senang berdiskusi dan bicara,” ungkap Dedi. Ia juga menyebut adanya kemiripan karakter antara Rara dan Ni Hyang sebagai anak tunggal yang cenderung manja dan tidak ingin kehilangan figur terdekat.
Ketika kembali didesak mengenai tipe perempuan ideal, Kang Dedi menjawab singkat dan penuh canda. “Setiap orang kalau memang jodoh pasti tipenya,” ujarnya sambil tertawa.
Baca Juga: Jalan Ruas Yaspida–Cipetir Kadudampit Rusak Parah, Ini Kata Dinas PU Sukabumi
Banyak Perempuan Mendekat
Pada akhir perbincangan, KDM tak menampik bahwa dirinya kerap didekati banyak perempuan. Namun ia mengaku sulit membedakan antara pengagum dan perempuan yang benar-benar memiliki perasaan khusus.
“Saya tidak bisa membedakan mana penggemar mana yang mencintai. Yang peluk, yang ngobrol, yang kerling-kerling mata, yang komen di media sosial… banyaklah,” tuturnya.
Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa hal tersebut tidak ia anggap sebagai sesuatu yang istimewa dan memilih tetap bersikap wajar dalam menjalani kehidupan pribadinya.





