SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kecamatan Jampangtengah, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kondisi Ani (57 tahun), perempuan paruh baya yang tinggal seorang diri di Kampung Pasir Angin Desa Jampangtengah, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah pihak kecamatan melakukan pengecekan langsung di lapangan bersama aparat setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ani diketahui saat ini tinggal sementara di sebuah warung milik keluarga kepala dusun setempat.
“RT sudah memeriksa langsung. Kata Ketua RT, Ibu Ani tinggal di warung milik keluarga kepala dusun. Jadi bukan mengontrak,” ujar Chaerul Ichwan kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (22/2/2026).
Baca Juga: DP3A: Kematian NS di Jampangkulon Harus Dijawab dengan Fakta Objektif Hukum dan Medis
Ia menjelaskan, warung tersebut ditempati sementara karena pemiliknya sedang berada di luar Kecamatan Jampangtengah. Dengan demikian, informasi yang menyebut Ani mengontrak rumah dipastikan tidak benar.
Secara administratif, lanjut Chaerul, Ani tercatat sebagai warga Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong. Meski bukan warga Jampangtengah, pihak kecamatan menegaskan tidak menghalangi warga dan aparat setempat untuk tetap memberikan bantuan kemanusiaan.
“Secara administrasi, KTP dan KK beliau masih ada dan lengkap. Saat ditanya, Ibu Ani menyampaikan keluhan ingin berobat,” jelasnya.
Baca Juga: Persib Hadapi Persita, Tribun Selatan dan VIP Barat Selatan GBLA Ditutup
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kecamatan bersama RT, RW, kepala dusun, dan warga sekitar langsung berkoordinasi dengan pihak puskesmas. Hasilnya, Ani telah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
Selain itu, sejumlah bantuan juga telah disalurkan, termasuk dari Kementerian Sosial serta unsur masyarakat. Kebutuhan dasar Ani disebut terus terpenuhi berkat kepedulian warga sekitar.
“Bantuan kebutuhan dasar untuk Ani juga terus mengalir. Setiap hari, Ani rutin mendapatkan beras, nasi, lauk-pauk, dan makanan lainnya dari warga sekitar. Kalau dibilang tidak diurus atau tidak diperhatikan, itu tidak benar. Setiap hari dijenguk, dikasih makan, dan kalau sakit diobati,” tegas Chaerul.
Baca Juga: Melihat Suasana Berkemah Saat Ramadan di Camping Ground Cidahu Sukabumi
Terkait kebutuhan air bersih, ia menjelaskan bahwa Ani memperoleh pasokan air secara gratis dari Sumber Air Bersih (SAB) yang dikelola warga setempat, meski bukan warga Jampangtengah.
Sementara mengenai kondisi kesehatan, Chaerul meluruskan informasi yang beredar soal adanya luka di bagian bokong. Berdasarkan hasil pemeriksaan puskesmas, tidak ada bagian tubuh yang hilang. Kondisi yang dialami Ani disebut akibat lemahnya otot karena jarang bergerak.
Bahkan, Ani diketahui memiliki BPJS Mandiri yang masih aktif, sehingga akses terhadap layanan kesehatan tetap tersedia.
Baca Juga: Tak Bayar Retribusi, 25 Billboard di Kota Sukabumi Akan Dibongkar Ramadan Ini
Terkait hubungan keluarga, pihak kecamatan membenarkan bahwa Ani memang tidak harmonis dengan keluarganya dan memilih tinggal di Jampangtengah, sementara anak-anaknya berada di Kecamatan Lengkong.
“Kami tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Walaupun bukan warga kami, alhamdulillah tetangga dan aparat setempat tetap peduli dan membantu,” pungkas Chaerul Ichwan.
Pemerintah Kecamatan Jampangtengah berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang utuh dan berimbang kepada masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen aparat dan warga dalam membantu sesama yang membutuhkan.




