SUKABUMIUPDATE.com - Pestisida digunakan secara luas dalam pertanian untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit. Namun, selain bermanfaat bagi produksi tanaman, pestisida juga merupakan zat kimia yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama jika residunya masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang kita konsumsi.
Residu pestisida adalah sisa senyawa kimia pestisida yang tetap berada pada buah, sayur, atau bahan pangan lain setelah proses penyemprotan. Jika makanan yang mengandung residu ini dimakan, zat kimia tersebut dapat masuk ke dalam tubuh.
Baca Juga: Waspada! 7 Bahaya Game Online terhadap Kesehatan Mental dan Psikis Anak
Bahaya dan Dampak Kesehatan Jika Termakan
- Keracunan Akut dan Gejala Langsung. Pestisida adalah zat racun yang dirancang untuk membunuh organisme pengganggu. Jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, pestisida dapat menyebabkan keracunan akut, dengan gejala seperti mual, muntah, pusing, diare, hingga gangguan pernapasan. Dalam kasus berat, paparan sangat tinggi dapat berpotensi menyebabkan gangguan fungsi organ atau bahkan kematian.
- Efek Kesehatan Jangka Panjang (Kronis). Paparan berkepanjangan terhadap residu pestisida, meskipun dalam kadar rendah, dapat berdampak serius seiring waktu. Beberapa efek yang dilaporkan dalam berbagai studi meliputi:
- Peningkatan risiko kanker pada beberapa organ tubuh
- Gangguan sistem hormonal, karena beberapa pestisida dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin
- Kerusakan sistem saraf yang berhubungan dengan perkembangan penyakit neurodegeneratif
- Masalah reproduksi dan perkembangan pada janin atau anak-anak
- Gangguan kesehatan metabolik seperti sindrom metabolik
Efek kronis ini biasanya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak terlihat dalam waktu singkat setelah paparan awal. - Dampak pada Organ Vital. Pestisida yang masuk ke tubuh melalui makanan juga dapat mempengaruhi organ-organ penting seperti hati dan ginjal, yang berperan dalam detoksifikasi zat beracun, serta sistem saraf pusat dan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Tidak Selalu Bahaya! 9 Manfaat Positif Video Game bagi Anak Jika Digunakan dengan Bijak
Adapun Orang yang paling rentan terhadap dampak residu pestisida adalah:
- Anak-anak dan bayi, karena sistem tubuh mereka masih berkembang.
- Ibu hamil, karena pestisida dapat memengaruhi perkembangan janin.
- Orang dengan gangguan kesehatan kronis, yang mungkin lebih rentan terhadap efek toksik.
Untuk meminimalkan paparan pestisida melalui makanan kamu dapat melakukan beberapa langkah ini sebelum mengkonsumsi buah atau sayuran secara langsung:
- Cuci buah dan sayur dengan baik sebelum dikonsumsi.
- Pilih produk dengan label organik atau bersertifikat aman.
- Variasikan jenis makanan sehari-hari untuk mengurangi paparan ke pestisida tertentu secara terus-menerus.
- Cuci dengan air mengalir dan, bila perlu, gunakan sikat khusus untuk sayuran yang keras.
Pestisida yang tersisa pada makanan memang berperan dalam menjaga hasil panen, tetapi jika residunya ikut termakan dan terakumulasi dalam tubuh, zat ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dari gangguan akut hingga risiko jangka panjang seperti kanker dan gangguan hormon. Penting untuk selalu memperhatikan cara memilih dan membersihkan makanan untuk mengurangi paparan zat kimia ini dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Federico Barba Hengkang, Alberto Rodriguez Kembali ke Persib Bandung?
Sumber: WHO





