SUKABUMIUPDATE.com - Saat berpuasa, terutama di bulan Ramadan, banyak orang mengalami keluhan panas dalam istilah yang sering dipakai masyarakat untuk menggambarkan rasa tidak nyaman di mulut dan tenggorokan, seperti tenggorokan kering, gatal, sariawan, atau nyeri saat menelan. Meskipun istilah ini tidak termasuk kondisi medis formal, gejalanya nyata dan bisa membuat ibadah serta aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.
Penyebab Panas Dalam saat Puasa
Secara medis, panas dalam seringkali berkaitan dengan radang tenggorokan (faringitis) atau kondisi tenggorokan yang iritasi karena berbagai faktor. Saat berpuasa, tubuh lebih rentan mengalami gejala ini karena:
- Dehidrasi: Tubuh hanya mendapat cairan saat sahur dan berbuka, sehingga lebih mudah kekurangan air, membuat tenggorokan kering dan mudah iritasi.
- Perubahan pola makan: Makan makanan pedas, asam, atau berminyak saat berbuka bisa meningkatkan risiko iritasi pada tenggorokan.
- Kualitas tidur buruk dan stres: Kurang tidur dan kelelahan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
- Paparan udara kering: Udara yang kurang lembap bisa memperparah kondisi tenggorokan.
Gejalanya mungkin termasuk tenggorokan kering, bibir pecah-pecah, sariawan, gatal atau nyeri saat menelan.
Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-5: Memohon Ampunan dan Kedekatan kepada Allah
Cara Cepat dan Aman Mengatasi Panas Dalam saat Puasa
Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan untuk meredakan atau mencegah panas dalam saat berpuasa:
1. Perbanyak Minum Air pada Waktu yang Dianjurkan
Minumlah cukup air putih saat berbuka dan sahur. Meski waktu minum terbatas, usahakan total air yang dikonsumsi cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Hidrasi yang baik membantu melembabkan tenggorokan dan mencegah iritasi.
Larutkan setengah sendok teh garam dalam gelas air hangat, kemudian berkumur selama 30 detik, 1-3 kali sehari. Cara ini dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada tenggorokan.
3. Minuman Hangat dengan Madu
Air hangat yang dicampur dengan madu bisa memberikan efek menenangkan pada tenggorokan. Madu memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi ringan yang membantu melembapkan area yang kering.
4. Pilih Makanan yang Tepat
Saat berbuka dan sahur, konsumsi buah-buahan yang kaya air seperti semangka atau buah lain yang menyegarkan, untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan vitamin.
Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-4: Mohon Kekuatan, Kenikmatan Zikir, dan Perlindungan Allah
5. Hindari Makanan & Minuman Pemicu Iritasi
Kurangi makanan pedas, berminyak, terlalu panas, serta minuman berkafein dan bersoda karena dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan memicu gejala.
6. Istirahat yang Cukup
Tidur yang cukup membantu tubuh dan sistem kekebalan lebih kuat sehingga dapat melawan infeksi ringan sekaligus mempercepat pemulihan dari gejala tidak nyaman.
Panas dalam saat puasa bisa berlangsung karena kombinasi dehidrasi, perubahan pola makan, dan faktor gaya hidup. Namun, dengan menjaga hidrasi, memilih asupan yang tepat, berkumur dengan air garam, serta istirahat cukup, gejala bisa diredakan secara aman dan efektif. Perawatan sederhana ini membantu membuat ibadah puasa tetap lancar tanpa gangguan kenyamanan kesehatan.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Ribuan Kasus Hukum Warga Jabar Diadukan ke Kang Dedi Mulyadi
Sumber; Berbagai sumber





