Distan Sukabumi Kawal Poligonisasi Lahan Padi Gogo di 11 Kecamatan Guna Akurasi Data Produksi Nasional

Sukabumiupdate.com
Rabu 18 Mar 2026, 21:19 WIB
Distan Sukabumi Kawal Poligonisasi Lahan Padi Gogo di 11 Kecamatan Guna Akurasi Data Produksi Nasional

Kadistan Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin (kiri), UPTD Pertanian, serta para penyuluh pertanian terjun langsung ke lapangan untuk mengawal dan memastikan kegiatan poligonisasi berjalan lancar. (Sumber : IG Distan)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat mendukung target nasional perluasan tanam padi gogo tahun 2026. Melalui kolaborasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pusat Statistik (BPS), Distan melaksanakan kegiatan Poligonisasi Lahan Padi Gogo untuk memastikan potensi lahan terpetakan secara akurat.

Kegiatan ini dipusatkan di Kelompok Tani Cijerah, Kecamatan Waluran, Kamis (12/3/2026), dan dilakukan serentak di 10 kecamatan potensial lainnya, yakni Cisolok, Kabandungan, Cikidang, Cidadap, Jampangtengah, Simpenan, Jampangkulon, Warungkiara, Nyalindung, dan Ciracap.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyatakan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi pengembangan padi gogo yang sangat besar, yakni mencapai 37.000 hektare. Poligonisasi ini bertujuan agar seluruh lahan tersebut teridentifikasi dan masuk dalam sistem perhitungan nasional.

"Kegiatan poligonisasi ini bertujuan agar lahan padi gogo dapat terpetakan dan tercatat dalam Survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS. Survei KSA merupakan metode modern berbasis area yang digunakan untuk mengestimasi luas panen tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, secara objektif dan akurat," kata Aep.

Baca Juga: 1 Tahun Asep Japar - Andreas: Produksi Pangan Lampaui Target, Distan Perkuat Posisi Lumbung Pangan

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan yang terdiri dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementan selaku penanggung jawab wilayah, BPS, serta penyuluh pertanian melakukan ground check langsung ke lapangan.

Metode KSA yang digunakan merupakan sistem modern berbasis area untuk mengestimasi luas panen secara objektif. Petugas menggunakan aplikasi berbasis Android yang mengunci titik koordinat lokasi pada setiap segmen sampel (satu segmen mewakili luas 9 hektare).

Distan Kabupaten Sukabumi menerjunkan seluruh kekuatan UPTD Pertanian dan para penyuluh untuk mengawal proses ini. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap jengkal lahan padi gogo yang selama ini belum tercatat dapat teridentifikasi dengan baik.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat basis data pertanian di Kabupaten Sukabumi, tetapi juga mendukung visi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan kering secara optimal.

"Kami ingin memastikan petani padi gogo mendapatkan perhatian yang sama dalam perhitungan produksi nasional. Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap ketersediaan beras bagi masyarakat," pungkas Aep. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini