Djemima Shireen Ukir Sejarah, Wakil 1 Mojang Jawa Barat 2026 Asal Kabupaten Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Senin 24 Agu 2026, 14:53 WIB
Djemima Shireen Ukir Sejarah, Wakil 1 Mojang Jawa Barat 2026 Asal Kabupaten Sukabumi

Djemima, perain Wakil 1 Mojang Jawa Barat asal Sukabumi saat berfoto bersama Kadis Pariwisata Sukabumi, Ali Iskandar. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Prestasi membanggakan ditorehkan perwakilan Kabupaten Sukabumi dalam ajang Pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. Djemima Shireen Ferdinand berhasil meraih posisi Wakil 1 Mojang Jawa Barat 2026 atau runner-up dalam ajang bergengsi tingkat Jawa Barat tersebut.

Capaian itu menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, posisi Wakil 1 Mojang Jawa Barat disebut menjadi prestasi tertinggi yang berhasil diraih Kabupaten Sukabumi sepanjang penyelenggaraan Mojang Jajaka Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengaku bangga atas pencapaian Djemima. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa putri daerah asal Sukabumi mampu bersaing dengan perwakilan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Ya, tentu bangga. Karena berdasarkan informasi yang ada, selama kegiatan dilaksanakan atau Mojang Jajaka diselenggarakan di tingkat Jawa Barat dan di daerah-daerah, alhamdulillah baru kali ini menorehkan prestasi Wakil 1 atau juara kedua Mojang terpilih Jawa Barat,” ujar Ali kepada Sukabumiupdate.com, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Hindari Fragmentasi, GMNI Sukabumi Dorong Mahasiswa Bangun Gerakan Kolektif

Ali menjelaskan, penilaian dalam ajang Mojang Jajaka Jawa Barat tidak semata-mata didasarkan pada penampilan fisik. Para peserta juga diuji dari sisi kepribadian, kemampuan berbahasa, wawasan, inovasi, serta kepedulian terhadap daerah, lingkungan, dan masyarakat.

Menurutnya, Djemima memiliki nilai lebih karena menunjukkan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir. Sebagai putri daerah Cisolok, Djemima dinilai cukup memahami kehidupan masyarakat pesisir, termasuk persoalan yang dihadapi nelayan.

“Jemima itu anak yang baru selesai sekolah SMA. Terus dia punya perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir, terus relatif mengenal budaya, karena dia orang Cisolok,” kata Ali.

Kepedulian tersebut juga dituangkan Djemima melalui proyek yang diusung dalam ajang Mojang Jajaka Jawa Barat, yakni gagasan untuk mengangkat derajat dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Ali menilai, gagasan tersebut menjadi salah satu kekuatan yang mendukung penilaian juri hingga Djemima mampu menembus tiga besar dan akhirnya meraih posisi runner-up.

Meski sebagian pihak berharap Djemima mampu meraih gelar Mojang Jawa Barat 2026, Ali menilai posisi Wakil 1 tetap merupakan pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi.

“Masuk ke 10 besar, masuk ke tiga besar itu juga sudah merupakan sebuah kebahagiaan. Apalagi hari ini jadi runner-up Mojang Jajaka terpilih Jawa Barat. Artinya peringkat kedua,” ujarnya.

Baca Juga: Onimah Bertahan di Tengah Reruntuhan Banjir Cidadap, Tak Punya Uang untuk Mengontrak Rumah

Bagi Ali, gelar Wakil 1 Mojang Jawa Barat bukan sekadar penghargaan. Posisi tersebut membawa tanggung jawab baru bagi Djemima untuk ikut mempromosikan potensi wisata dan kebudayaan Kabupaten Sukabumi.

Terlebih, Pemkab Sukabumi tengah mendorong sektor pariwisata dan pertanian sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita butuh juga figur yang mampu mengampanyekan sekaligus juga menjadi duta wisata Kabupaten Sukabumi,” ujar Ali.

Ia berharap Djemima dapat menjadi representasi Sukabumi sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berprestasi dan berkontribusi bagi daerah.

“Keberadaan Jemima bagi Sukabumi, bagi Jawa Barat adalah juga mewakili profil Sukabumi, profil Jawa Barat secara keseluruhan dari semua aspek kehidupan,” katanya.

Perjalanan Djemima menuju panggung Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 tidak terjadi secara instan. Sebelumnya, ia telah terpilih sebagai Mojang Sukabumi 2025.

Dari ajang tingkat kabupaten tersebut, Djemima kemudian didorong untuk mewakili Sukabumi dalam pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat.

Baca Juga: Nasib ABK Asal Sukabumi yang Terlantar di Fiji Direspons KDM, Kepulangan Segera Diupayakan

Ali menyebut proses menuju grand final berlangsung cukup panjang, sekitar tiga bulan, sejak Juni hingga Agustus 2026. Selama proses tersebut, Djemima menjalani berbagai tahapan, mulai dari pelatihan, pembekalan, presentasi hingga uji kemampuan dan pengetahuan.

“Jadi, insyaallah sudah teruji. Dari 27 perwakilan kabupaten/kota, berarti ada 54 peserta. Di unjuk kebolehan, di perlombaan, diuji, terus diminta presentasi, terus tidak hanya itu, juga dipertanyakan apa yang sudah dibaktikan,” jelas Ali.

Dari 54 peserta, Djemima berhasil masuk 10 besar. Ia kemudian melaju ke tiga besar sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Wakil 1 Mojang Jawa Barat 2026.

Latar belakang Djemima yang berasal dari Cisolok, salah satu kawasan wisata di Kabupaten Sukabumi, juga menjadi modal tersendiri. Namun, menurut Ali, pemahaman tentang pariwisata terus diperkuat dengan pembekalan mengenai peran Mojang dan Jajaka sebagai duta promosi daerah.

“Sudah sejak lama dia dilibatkan. Dan keterlibatannya juga secara mandiri beliau lakukan,” ujarnya.

Pasca meraih prestasi di tingkat Jawa Barat, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi memastikan Djemima tetap akan diberikan ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan promosi destinasi wisata dan kebudayaan daerah.

Ali menilai keberadaan Djemima dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha maupun pengelola destinasi pariwisata melalui kegiatan promosi.

Baca Juga: Curug Gunung Karang Sukanagara, Air Terjun Tersembunyi di Cianjur Selatan

Pihaknya juga tengah mengupayakan dukungan dari sejumlah perusahaan dan pengelola pariwisata sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih Djemima.

“Karena anggaran kita terbatas, apa yang jadi tugas kita kemarin mencarikan support buat yang bersangkutan bisa lebih dihargai dan ada penghormatan, sekaligus sudah bisa dimanfaatkan keberadaannya untuk membantu perusahaan-perusahaan di bidang pariwisata tadi. Promosi,” ungkapnya.

Selain menyandang gelar Wakil 1 Mojang Jawa Barat 2026, Djemima juga memperoleh hadiah berupa kesempatan melanjutkan pendidikan jenjang S2 di Universitas Kristen Maranatha dengan beasiswa penuh.

Ali berharap pencapaian tersebut tidak membuat Djemima berhenti belajar. Sebaliknya, gelar yang diraih harus menjadi awal untuk memperluas pengalaman dan memperbesar kontribusi bagi masyarakat.

Prestasi Djemima juga menjadi contoh bagi generasi muda Kabupaten Sukabumi bahwa peluang untuk berprestasi terbuka luas selama dibarengi kemauan, keuletan, dan kemauan untuk terus belajar.

“Intinya, tidak ada yang tidak bisa apabila kemudian kita punya keuletan untuk mengikutinya,” tutur Ali.

Ia mengingatkan generasi muda agar terbuka terhadap informasi dan pengetahuan baru, meningkatkan kemampuan personal, sekaligus tetap menjaga integritas dan moral.

Baca Juga: Curug Ciparay, Wisata Alam Tasikmalaya dengan Dua Air Terjun Setinggi Puluhan Meter

Menurut Ali, pengetahuan tidak cukup hanya dikuasai secara teori. Pengetahuan harus diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Khusus kepada Djemima, Ali berpesan agar tetap rendah hati meski telah meraih prestasi di tingkat Jawa Barat.

“Saya juga menyarankannya kepada Jemima untuk tetap rendah hati, terus kemudian juga berbakti, dan terus menambah pengalaman yang ada agar kemudian bisa mendapatkan raihan prestasi yang lebih sempurna,” katanya.

Ali menegaskan, gelar Wakil 1 Mojang Jawa Barat bukanlah tujuan akhir. Setelah meraih prestasi tersebut, Djemima justru memiliki amanah lebih besar untuk berkontribusi dan ikut memperkenalkan potensi Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat luas.

“Karena ini bukan satu-satunya tujuan. Banyak amanah yang kemudian harus ditunaikan, harus direalisasikan. Tidak pernah berhenti terus untuk membantu mempromosikan. Khususnya di sanalah mungkin pengabdian itu akan terlihat secara nyata,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini