Nasib ABK Asal Sukabumi yang Terlantar di Fiji Direspons KDM, Kepulangan Segera Diupayakan

Sukabumiupdate.com
Senin 24 Agu 2026, 12:16 WIB
Nasib ABK Asal Sukabumi yang Terlantar di Fiji Direspons KDM, Kepulangan Segera Diupayakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber : Instagram/@dedimulyadi71).

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar baik datang bagi anak buah kapal (ABK) asal Jabar yang terlantar di perairan Fiji. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan telah menindaklanjuti kondisi yang dialami para ABK, termasuk memastikan proses kepulangan mereka ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71. Dedi mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Duta Besar Fiji untuk menindaklanjuti persoalan yang dialami ABK asal Jawa Barat tersebut.

“Terima kasih sudah menyampaikan informasinya walaupun tidak ditujukan kepada gubernur, kami mencoba menindaklanjuti tentang masalah yang dihadapi yaitu terlantarnya ABK asal Jawa Barat di Fiji. Pertama, Duta Besar Fiji sudah dihubungi,” ucapnya dikutip Senin (24/08/2028).

Menurut Dedi, setelah komunikasi dilakukan, pihak Duta Besar Fiji akan memanggil agen yang menangani para ABK. Agen tersebut disebut telah menyanggupi penyediaan tiket kepulangan.

Baca Juga: Ikan Lisong dan Deles Kembali Melimpah di Perairan Geopark Ciletuh, Nelayan Sukabumi Sumringah

“Selanjutnya, Duta Besar Fiji akan memanggil agen dan agen sudah menyanggupi untuk menyiapkan tiket pulang. Setelah tiket pulang disiapkan, maka nanti bisa diterbangkan dari Fiji kemudian transit di Australia dan kemudian kembali ke Indonesia. Dan kami pastikan logistik bagi seluruh ABK dalam keadaan tersedia,”

Dedi juga memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi para ABK hingga mereka berhasil kembali ke Indonesia.

“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih. Semoga bisa kembali ke Indonesia dan kami akan terus memantau perkembangan warga Jawa Barat yang hari ini terdampar di Fiji,”

Tujuh ABK Terlantar di Fiji

Diberitakan sebelumnya, tujuh ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China di perairan Fiji mengaku terlantar setelah tidak menerima gaji dan uang makan selama berminggu-minggu.

Dari tujuh ABK tersebut, lima orang diketahui berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sementara dua lainnya masing-masing berasal dari Batam dan Indramayu.

Salah seorang ABK asal Kampung Ciaun, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Teteng Surgana (34), menceritakan kondisi yang mereka alami saat berada di perairan Fiji.

Baca Juga: 72 Orang Tersangka Kasus Karhutla, Polri Ungkap Modus Demi Biaya Murah

Menurut Teteng, persoalan mulai terjadi sekitar tiga minggu lalu. Saat itu, pihak agen di Fiji yang selama ini memenuhi kebutuhan para ABK tiba-tiba tidak lagi memberikan uang makan maupun gaji.

"Awalnya itu terjadi tiga minggu ke belakang. Biasanya tiap minggu belanja, tiba-tiba hari Jumat itu pihak Fiji tidak memberikan uang makan," kata Teteng saat dihubungi melalui sambungan telepon yang diterima Sukabumiupdate.com, Sabtu (22/8/2026).

Sebelumnya, Teteng juga mengatakan para ABK sempat kesulitan mendapatkan makanan. Mereka kemudian berusaha mencari bantuan hingga berhasil menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Fiji.

KBRI disebut telah memberikan bantuan makanan serta akses komunikasi bagi para ABK yang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.

Kini, dengan adanya tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, para ABK berharap proses kepulangan mereka dapat segera terealisasi setelah agen menyiapkan tiket perjalanan.

 

 

Berita Terkait
Berita Terkini