Cuaca Cerah Sungai Cimarinjung Geopark Ciletuh Malah Keruh, Ancam Wisata dan Pertanian

Sukabumiupdate.com
Senin 26 Jan 2026, 09:02 WIB
Cuaca Cerah Sungai Cimarinjung Geopark Ciletuh Malah Keruh, Ancam Wisata dan Pertanian

Aliran Sungai Curug Cimarinjung. (Sumber : SU/Ragil Gilang).

SUKABUMIUPDATE.com - Warna air Sungai Cimarinjung yang berada di pinggir jalan provinsi ruas Puncak Darma–Palangpang tampak tidak biasa. Bagaimana tidak, sungai yang terletak di perbatasan Desa Ciemas dan Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi itu terlihat berwarna cokelat pekat, meskipun cuaca di wilayah tersebut sudah tiga hari terakhir cerah.

Sungai Cimarinjung sendiri berada di antara Curug Cimarinjung dan Pantai Palangpang atau Muara Cimarinjung. Lokasi ini masuk dalam zona inti Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) yang selama ini dikenal memiliki kejernihan air serta panorama alam yang memanjakan mata.

Selain perubahan warna air, lebar Sungai Cimarinjung juga dilaporkan mengalami pelebaran hingga sekitar 20 meter. Kondisi tersebut diduga merupakan dampak banjir yang terjadi pada 4 Desember 2024 lalu.

Baca Juga: Truk Gagal Putar Balik di Cibadak, Tadi Malam Jalan Nasional Sukabumi-Bogor Sempat Macet

Diketahui, hulu Sungai Cimarinjung berada di kawasan Gunung Hanjuang Kiaradua, Kecamatan Simpenan. Sungai ini menjadi muara dari sejumlah aliran sungai di wilayah Ciemas dan Simpenan, di antaranya Sungai Cihaur, Ganitri, Cicurug, Cigembong, dan Cibatu, yang seluruhnya bermuara ke Sungai Cimarinjung.

Keruhnya air sungai dikhawatirkan mengancam kelestarian destinasi wisata Geopark Ciletuh, khususnya Curug Cimarinjung yang menjadi salah satu ikon wisata alam di Sukabumi. Selain sebagai objek wisata, Sungai Cimarinjung juga memiliki peran vital sebagai sumber pengairan pertanian.

Tercatat sekitar 2.000 hektare sawah di Desa Ciwaru serta sekitar 100 hektare sawah di Kampung Ciporeang dan Kampung Cimalim, Desa Ciemas, bergantung pada aliran air Sungai Cimarinjung melalui jaringan irigasi.

Baca Juga: Cuaca Jabar 26 Januari 2026, Cek Prakiraan Kondisi Langit di Awal Pekan

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Erwin (35 tahun), mengaku heran melihat kondisi air sungai dan curug yang masih keruh meskipun cuaca cerah. Ia datang bersama rekan-rekannya menggunakan sepeda motor pada Sabtu dan kembali pada Minggu.

“Kami datang hari Sabtu dan pulang hari Minggu, tapi air sungainya masih keruh. Sudah dua hari seperti itu, sama seperti kondisi di Curug Sodong, padahal cuacanya bagus,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com.

Warga sekitar pun mengaku resah dengan kondisi tersebut. Menurut mereka, biasanya air Sungai Cimarinjung akan kembali jernih satu hari setelah hujan reda. Namun kali ini, meski hujan tidak turun, air sungai tetap keruh hingga hampir tiga hari.

Baca Juga: Alih Fungsi Lahan di Lokasi Longsor Pasirlangu, Walhi Ungkap Fakta Kerusakan Lingkungan

“Biasanya sehari setelah hujan air sudah jernih. Sekarang sudah tiga hari masih keruh. Dugaan kami ada aktivitas tambang di hulu sungai,” ujar salah seorang warga kepada Sukabumiupdate.com, Senin (26/1/2026).

Sementara itu, Pengelola Curug Cimarinjung, Alin Rutiawan, mengatakan kondisi air pada pagi hari masih terlihat keruh. Hal tersebut menjadi kendala bagi pengelola karena berpengaruh terhadap minat kunjungan wisatawan.

“Setidaknya kondisi ini membuat pengunjung berpikir ulang untuk datang kembali,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah wisatawan mengaku kecewa karena curug-curug di kawasan Geopark Ciletuh tidak menampilkan kejernihan air seperti biasanya. Warga berharap pihak terkait segera melakukan penelusuran dan penanganan untuk memastikan penyebab keruhnya Sungai Cimarinjung, demi menjaga kelestarian lingkungan serta keberlanjutan pariwisata dan pertanian di kawasan tersebut.

 

Berita Terkait
Berita Terkini