SUKABUMIUPDATE.com – Jengkol menjadi salah satu bahan pangan yang cukup populer di Indonesia. Meski memiliki aroma khas dan rasa yang kuat, makanan ini memiliki banyak penggemar dan kerap diolah menjadi berbagai hidangan, seperti semur, rendang, hingga jengkol balado.
Di balik popularitasnya sebagai bahan makanan, jengkol juga memiliki potensi pemanfaatan di bidang pertanian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kulit jengkol mengandung senyawa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk mengendalikan hama tanaman.
Sementara itu, buah jengkol (Archidendron pauciflorum) mengandung sejumlah nutrisi, seperti protein, karbohidrat, serat, serta mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan tersebut membuat jengkol menjadi salah satu bahan pangan yang memiliki nilai gizi.
Bahkan sejumlah nutrisi terkandung dalam jengkol mentah yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
“Di dalam 100 gram jengkol mentah, terkandung sekitar 192 kalori dan beberapa nutrisi lainnya seperti 52 gram air, 5 gram protein, 0,3 gram lemak, 41 gram karbohidrat, 1,5 gram serat, 241 miligram kalium, 150 miligram fosfor, 60 miligram natrium, 31 miligram vitamin C,” dikutip dari Alodokter.
Tak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, jengkol juga menjadi salah satu komoditas pertanian yang diproduksi di sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan data Open Data Jabar mengenai "Produksi Jengkol Berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat", Kabupaten Sukabumi mencatatkan produksi sebanyak 10.193 kuintal pada 2025.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Sukabumi menempati posisi ketujuh sebagai daerah penghasil jengkol terbesar di Jawa Barat.
Data yang bersumber dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat tersebut diperbarui pada 15 Juli 2026.
Adapun Kabupaten Ciamis menjadi daerah dengan produksi jengkol tertinggi di Jawa Barat, yakni mencapai 45.478 kuintal. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tasikmalaya dengan 25.907 kuintal dan Kabupaten Cianjur sebanyak 17.050 kuintal.
Berikut daftar produksi jengkol berdasarkan kabupaten/kota di Jawa Barat pada 2025:
- Kabupaten Ciamis: 45.478 kuintal
- Kabupaten Tasikmalaya: 25.907 kuintal
- Kabupaten Cianjur: 17.050 kuintal
- Kabupaten Purwakarta: 16.395 kuintal
- Kabupaten Sumedang: 15.823 kuintal
- Kabupaten Bandung: 15.015 kuintal
- Kabupaten Sukabumi: 10.193 kuintal
- Kabupaten Subang: 7.300 kuintal
- Kabupaten Bogor: 6.925 kuintal
- Kota Banjar: 5.984 kuintal
- Kabupaten Garut: 5.148 kuintal
- Kabupaten Karawang: 4.770 kuintal
- Kabupaten Kuningan: 3.459 kuintal
- Kabupaten Majalengka: 2.639 kuintal
- Kabupaten Pangandaran: 1.475 kuintal
- Kabupaten Bekasi: 974 kuintal
- Kota Bekasi: 283 kuintal
- Kabupaten Cirebon: 274 kuintal
- Kota Bogor: 215 kuintal
- Kabupaten Bandung Barat: 123 kuintal
- Kabupaten Indramayu: 20 kuintal
- Kota Depok: 4 kuintal
- Kota Tasikmalaya: 2 kuintal
Data tersebut menunjukkan Kabupaten Sukabumi masih menjadi salah satu daerah dengan produksi jengkol cukup besar di Jawa Barat. Capaian ini sekaligus memperlihatkan potensi komoditas hortikultura daerah yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung sektor pertanian dan perekonomian masyarakat.















