Karhutla Meluas di Simpenan Sukabumi: 4 Hektare Kebun Jati Terbakar, Api Ancam Permukiman
Kebakaran lahan 4 hektare melanda kebun jati Desa Cidadap Simpenan Sukabumi. Api berjarak 200 meter dari rumah warga, diduga akibat ulah oknum jahil.
Kebakaran lahan 4 hektare melanda kebun jati Desa Cidadap Simpenan Sukabumi. Api berjarak 200 meter dari rumah warga, diduga akibat ulah oknum jahil.
Karhutla di Desa Sangrawayang Simpenan Sukabumi hanguskan 9 hektare lahan. Hingga Rabu malam api belum padam dan berjarak 1 km dari rumah warga.
Kebakaran melanda kurang lebih 5 hektare lahan alang-alang di Tamanjaya Ciemas Sukabumi (1/9/2026). Petugas gabungan berhasil memadamkan api usai pasokan air diambil dari Sungai Ciletuh.
Kebakaran melanda sekitar 7 hektare lahan kosong bekas HGU Tutu Kekal di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Api diduga sengaja dibakar dan sempat merembet cepat di tengah alang-alang serta semak belukar kering.
Asap tebal yang membubung tinggi sempat membuat heboh pengguna jalan. Petugas Damkar memastikan api berasal dari pembakaran sampah yang merembet ke alang-alang.
Lahan kosong milik pabrik saus di Kampung Salamanjah, Desa Batununggal, Cibadak, terbakar pada Jumat (14/8/2026). Sekitar 1.000 meter persegi lahan hangus, sementara api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kebakaran diduga dipicu oleh pembakaran sampah yang meluas ke vegetasi kering.
Kebakaran lahan melanda kawasan Gunung Pangleseran atau yang lebih dikenal sebagai Puncak Habibie, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (27/7/2026)
Kebakaran lahan penuh alang-alang terjadi di Kampung Hegarsari RT 04 RW 12, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (26/7/2026)
Heri menyebut area yang terbakar seluas sekitar 400 meter persegi.
Api yang melahap lahan bambu seluas 1 hektare di Gunungguruh Sukabumi saat ini sudah berhasil dipadamkan.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.
Pemilik kebun awalnya membakar area di sekitar lahan karena akan ditanami palawija.
Alang-alang yang kering karena musim kemarau diduga membuat api cepat meluas.
Kebakaran awalnya diketahui warga yang melihat api membakar alang-alang kering.
Api yang berkobar di bukit curam menyulitkan proses pemadaman kebakaran di Puncak Darma Geopark Ciletuh Sukabumi.
Lokasi kebakaran berada sekitar 10 meter dari rumah penduduk.
Petugas sulit memadamkan api karena lokasi kebakaran punya kemiringan 90 derajat.
Polisi dan Dinas Pemadam Kebakaran masih menyiagakan personelnya dilengkapi dua mobil pemadam kebakaran dan kendaraan AWC.
Api lalu membesar dan merambat cepat karena kondisi angin sedang kencang.