Kandang Ayam Dua Lantai di Waluran Sukabumi Terbakar, Sekitar 50 Persen Mati Terpanggang

Sukabumiupdate.com
Kamis 03 Sep 2026, 08:42 WIB
Kandang Ayam Dua Lantai di Waluran Sukabumi Terbakar, Sekitar 50 Persen Mati Terpanggang

Kebakaran kandang ayam di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (03/09/2026).(Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran melanda sebuah kandang ayam milik H. Yami di Kampung Cigodeg-Cibojong, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Warga setempat, Deddy Arianto, mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Saat peristiwa terjadi, kandang tersebut masih dipenuhi ayam pedaging yang berusia sekitar 35 hari.

“Kejadiannya sekitar pukul 06.00 WIB. Diduga dari korsleting listrik,” kata Deddy saat dikonfirmasi Sukabumiupdate.com.

Menurut Deddy, kandang ayam tersebut memiliki luas sekitar 100 meter x 10 meter dan terdiri dari dua lantai. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti luas bagian kandang yang terbakar.

Baca Juga: Cuaca Jabar 3 September 2026, Sukabumi Potensi Cerah hingga Berawan

Saat kejadian, kandang masih dipenuhi ternak karena proses penjarangan ayam baru mulai dilakukan. Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan sekitar 50 persen ayam yang berada di dalam kandang mati terpanggang.

“Usia ayam baru 35 hari. Kandang masih penuh, baru mulai penjarangan. Diperkirakan sekitar 50 persen ayam terbakar,” ujarnya.

Diperkirakan terdapat sekitar 3.000 hingga 4.000 ekor ayam yang selamat dari kebakaran tersebut. Dengan jumlah itu, total populasi ayam di dalam kandang sebelum kejadian diperkirakan mencapai sekitar 10.000 ekor.

Sementara itu, Camat Waluran Asep Mustopa membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan personel dari pihak kecamatan, Pemerintah Desa Mekarmukti, serta warga telah berada di lokasi untuk membantu proses penanganan.

Baca Juga: Pemprov Jabar Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah pada 2029, Data Jadi Kunci

Petugas pemadam kebakaran dari Damkar Ciemas dan Damkar Jampangkulon juga dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.

“Personel kecamatan, Pemdes dan warga sudah di lokasi. Dari Damkar Ciemas dan Damkar Jampangkulon juga sedang melakukan pemadaman,” kata Asep.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Pihak terkait juga masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah ternak yang terdampak serta total kerugian material akibat kebakaran tersebut.

Baca Juga: Karhutla di Sangrawayang Sukabumi 2 Hari Belum Padam, 9 Hektare Lahan Hangus

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman pihak terkait. Dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik.

 

Berita Terkait
Berita Terkini