SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran lahan kosong di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) Tutu Kekal, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, masih berlangsung hingga Rabu (26/8/2026) malam.
Kebakaran yang sebelumnya membuat warga panik karena langit tampak memerah jingga itu diduga akibat dipicu unsur kesengajaan.
Berdasarkan hasil pemantauan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, si jago merah mulai melahap areal semak belukar tersebut sekitar pukul 18.00 WIB.
Luas lahan yang terbakar kini diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare, serta masuk wilayah Kampung Cibitung dan Tegal Lega.
P2BK Kecamatan Jampangtengah, Dadi Supardi, mengatakan api masih belum berhasil dipadamkan. Petugas bersama sejumlah unsur terkait masih melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi.
“Untuk penyebab sementara diduga ada unsur kesengajaan akibat pembakaran oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Saat ini api masih belum bisa dipadamkan,” ujar Dadi kepada sukabumiupdate.com, Rabu malam.
Baca Juga: Jelang Aksi 27 Agustus, Polres Sukabumi Siagakan 122 Personel di Exit Tol Bocimi dan 4 Stasiun
Menurut Dadi, dugaan api berasal dari aktivitas pembakaran liar tersebut masih bersifat sementara. Petugas belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran.
Adapun kondisi di lokasi menjadi perhatian karena titik kebakaran berada sekitar 500 meter dari permukiman warga. Api berpotensi mendekati kawasan permukiman apabila arah angin berubah dan mengarah ke wilayah tersebut.
Merespons kondisi terkini, Dadi telah berkoordinasi erat dengan Pos Damkar Cikembar, perangkat Desa Cijulang, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta relawan dan warga setempat.
Kendati unsur gabungan sudah diterjunkan, proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala. Tim masih membutuhkan tambahan pasokan personel serta armada dan peralatan pemadaman pendukung untuk mengisolasi pergerakan titik api di area vegetasi kering tersebut.
Sementara itu, besaran nilai kerugian material akibat terbakarnya lahan HGU ini masih dalam tahap pendataan dan kajian petugas.
Tim gabungan terus bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi agar pergerakan api tidak terus meluas mendekati kawasan permukiman warga.















