Korban Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Ternyata Perempuan, Identitas Masih Misterius

Sukabumiupdate.com
Selasa 04 Agu 2026, 19:12 WIB
Korban Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Ternyata Perempuan, Identitas Masih Misterius

Korban tewas tertemper KA Pangrango di Parungkuda Sukabumi, Selasa (4/8/2026) saat ini berada di Ruang Autopsi RSUD Sekarwangi Cibadak. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Identitas pejalan kaki yang tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) Pangrango 223A relasi Sukabumi–Bogor di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/8/2026), hingga kini masih belum diketahui. Dari hasil pemeriksaan petugas, korban diketahui berjenis kelamin perempuan.

Kapolsek Parungkuda AKP Erman mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di jalur rel kereta api kawasan Pondok Bambu Kuring, Desa Sundawenang, sekitar pukul 04.30 WIB.

Menurutnya, kecelakaan bermula saat seorang perempuan tanpa identitas tersebut berjalan di area rel kereta api. Pada saat yang bersamaan, KA Pangrango 223A melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor.

“Dikarenakan jarak sudah dekat maka seorang perempuan pejalan kaki tersebut tertabrak KA Pangrango 223A jalur Sukabumi-Bogor,” ujar Erman saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com Selasa sore.

Baca Juga: Pejalan Kaki Tertemper KA Pangrango di petak Cibadak-Parungkuda, Perjalanan Terlambat 3 Menit

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami patah tulang pada kedua kaki, luka di bagian perut, serta luka serius di kepala.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk penanganan lebih lanjut dan proses identifikasi.

Petugas saat mengevakuasi jasad perempuan tanpa identitas yang tertemper KA Pangrango di Parungkuda Sukabumi, Selasa (4/8/2026). | Foto: IstimewaPetugas saat mengevakuasi jasad perempuan tanpa identitas yang tertemper KA Pangrango di Parungkuda Sukabumi, Selasa (4/8/2026). | Foto: Istimewa

Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, membenarkan korban telah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 07.30 WIB.

“Ya betul, sudah dibawa ke Rumah Sakit Sekarwangi dan langsung ke kamar mayat. Untuk kedatangan ke rumah sakit, itu sekitar setengah delapan pagi ya tadi,” kata Irman.

Irman mengatakan, korban mengalami sejumlah luka, dengan luka di bagian kepala yang cukup parah. Selain luka robek di bagian dahi, terdapat pula luka robek di bagian tengah kepala.

“Untuk luka-luka, di kepala yang paling parah sih jidat tuh, ada luka robek. Terus di tengah-tengah kepala tuh robek juga. Tangan sebelah kiri luka, terus kaki dua-duanya patah. Kaki patah tulang ya,” ungkapnya.

Baca Juga: Insentif Kendaraan Listrik Segera Meluncur, Pemerintah Siapkan Dukungan untuk 500 Ribu EV

Hingga kini, identitas korban masih dalam proses penelusuran. Pihak rumah sakit juga belum mendapatkan informasi mengenai keluarga korban.

“Untuk data lagi dicek dulu, belum diketahui untuk datanya, untuk identitasnya. Untuk keluarga korban belum diketahui juga,” ujar Irman.

Upaya identifikasi turut dilakukan melalui pengecekan sidik jari bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun, hasilnya belum membuahkan hasil karena sidik jari korban tidak dapat terbaca.

“Disdukcapil melakukan pengecekan sidik jari, tapi tidak terbaca,” ujarnya.

Irman juga menyampaikan informasi yang diterimanya mengenai kemungkinan korban merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan tidak memiliki keluarga.

“Kemungkinan ODGJ tidak punya keluarga,” ucapnya.

Saat ditemukan, korban tidak mengenakan pakaian bagian atas dan hanya memakai celana panjang berwarna hitam.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian bersama pihak rumah sakit masih berupaya mengungkap identitas korban serta mencari keberadaan keluarganya. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau segera menghubungi Polsek Parungkuda atau RSUD Sekarwangi.

Berita Terkait
Berita Terkini